Breaking News
light_mode

Video Insiden Lapmer Viral, Ini Penjelasan Ajudan Gubernur Maluku soal Ucapan “Monyet”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
  • visibility 332
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Video yang merekam momen Ajudan Gubernur Maluku mengucapkan kata “monyet” kepada salah satu mahasiswa asal Pegunungan Seram Utara viral di media sosial, video berdurasi 0:46 detik itu diduga direkam tak lama setelah Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Merdeka Ambon, Senin, (17/8/2026).

Saat dihubungi redaksi Tajukmaluku.com melalui sambungan tellpon, ajudan yang kerap disapa Rahim membenarkan hal itu.

Menurut penjelasannya, kata itu terlontar spontan di tengah situasi yang ia nilai berpotensi mengancam keselamatan Gubernur, ketika sejumlah orang tiba-tiba mendekat ke arah pejabat itu di sela wawancara dengan awak media.

Kronologi Versi Ajudan Gubernur Maluku

Menurut penuturannya, insiden terjadi ketika ia bersama ajudan yang lain mengawal Gubernur Maluku saat keluar dari lokasi upacara menuju kediaman untuk agenda berikutnya. Saat itu, Gubernur Maluku, hendrik Lewerissa tengah diwawancarai sejumlah awak media terkait pelaksanaan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Di tengah wawancara tersebut, ia mengaku melihat sekitar enam orang mendekat cepat ke arah Gubernur. Salah satu dari mereka membawa benda menyerupai bambu, yang belakangan diketahui berisi surat dari Tua Adat Negeri Manusela, serta ada pula yang membawa sejenis spanduk sejenis karton manila. Karena bentuk benda (bambu) itu tidak dikenali, ia mengaku sempat mencurigainya sebagai kemungkinan benda tajam.

Rohim juga menyebut, sebelumnya telah meminta mahasiswa bersangkutan untuk menyampaikan surat melalui jalur resmi di kantor Gubernur, bukan langsung di lokasi. Ia mengklaim permintaan itu tidak diindahkan dan mahasiswa tersebut tetap bersikeras mendekat. Dalam situasi itu, kata “monyet” terlontar dari mulutnya.

“Memang saya akui dan minta maaf, ucapan monyet itu saya lontarkan ke individu yang bersangkutan karena spontanitas, sebab kami sudah sampaikan ke yang bersangkutan tapi tidak diindahkan,” katanya.

Ia menegaskan kata tersebut ditujukan kepada individu, bukan kepada masyarakat adat tertentu.

“Ucapan ‘monyet’ itu bukan sasarannya ke masyarakat adat tertentu, melainkan ke individunya yang sejak awal sudah kami jelaskan prosedurnya, itu spontanitas, bisa diliat di video yang ada” ujarnya.

Ia menyebut permintaan maaf itu disampaikan secara pribadi.

“Tidak ada sama sekali niat dan maksud saya pribadi untuk merendahkan harkat dan martabat manusia. Itu spontanitas berdasarkan kondisi tadi. Tolong jangan digoreng seolah saya merendahkan dia atau komunitas adat tertentu,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya turut merasa tidak dihargai oleh mahasiswa tersebut karena tidak mengikuti prosedur yang telah disampaikan.

“Kami sudah berulang kali menyampaikan ke yang bersangkutan soal prosedur tapi Ybs, kaki juga meminta surat izin terkait aksi mereka tapi Ybs tak berkata apapun dan tetap diam sambil ngotot untuk mendekat ke arah bapak” Tutupnya.*(01-F)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerak Cepat PLN UIW MMU Atasi Dampak Pohon Tumbang  Akibat Cuaca Ekstrem di OSM-Ambon

    Gerak Cepat PLN UIW MMU Atasi Dampak Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem di OSM-Ambon

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) gerak cepat mengatasi dampak pohon tumbang di Jalan NN. Saar Sopacua, Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (17/12/2024). Diketahui peristiwa pohon tumbang terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 04.45 WIT. Pohon tumbang terjadi seiring dengan hujan deras yang mengguyur Kota Ambon dalam intensitas tinggi sejak […]

  • RDP DPRD Maluku Tegas: Oknum Polisi Penganiaya Harus Diproses, Evaluasi Kepolisian Mendesak

    RDP DPRD Maluku Tegas: Oknum Polisi Penganiaya Harus Diproses, Evaluasi Kepolisian Mendesak

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi 1 DPRD Maluku bersama Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease serta Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus. Senin, (30/12/2024). Menyoroti dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap Rizal Taufik Serang. Insiden ini terjadi pada 20 Desember 2024 di depan Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, dan telah memicu reaksi keras […]

  • Juru Bicara LBH Ansor DKI Jakarta Muhammad Hamdan Saifullah

    LBH Ansor Jakarta Desak Kepolisian Usut Dalang Penyebar Fitnah Terhadap Menteri Agama

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta, Tajukmaluku.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta mendesak aparat kepolisian mengungkap dalang penghujat Menteri Agama Nasarudin Umar meski pelaku telah mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada yang bersangkutan secara langsung. Juru Bicara LBH Ansor DKI Jakarta Muhammad Hamdan Saifullah menegaskan pihaknya akan tetap mengawal kasus pencemaran nama baik terhadap […]

  • Didukung Kolaborasi Lintas Sektor, Penetapan LP2B Nasional Capai 87,52%

    Didukung Kolaborasi Lintas Sektor, Penetapan LP2B Nasional Capai 87,52%

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tajukmaluku.com-Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) secara nasional telah mencapai 87,52%. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) yang berlangsung di Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan. Senin (07/09/2026). Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menyatakan bahwa angka tersebut sudah melampaui target penetapan LP2B untuk 2029. “Setelah kita […]

  • Koalisi OKP Cium Bau Korupsi, Desak APH Periksa KPU Buru

    Koalisi OKP Cium Bau Korupsi, Desak APH Periksa KPU Buru

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Puluhan aktivis anti korupsi yang tergabung dalam Koalosi OKP Bela Rakyat melakukan aksi demonstrasi menuntut Kejaksaan Tinggi Maluku dan Polda Maluku segera menyelidiki dugaan korupsi anggaran Pilkada tahun 2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buru. Senin,(26/ 2025). Aliansi yang terdiri dari Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Maluku, DPW MPPI Maluku dan beberapa OKP lainnya, juga melakukan […]

  • Duga PAD Ambon “Bocor”, RUMMI Desak APH Periksa Penarik Retribusi Sampah

    Duga PAD Ambon “Bocor”, RUMMI Desak APH Periksa Penarik Retribusi Sampah

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ditengah sulitnya pemerintah Kota Ambon dalam mencari sumber-sumber pendapatan asli daerah, potensi yang sudah ada justeru tak dikelola secara bijaksana dan profesional. Rumah Muda Anti Korupsi (RUMMI) Maluku menduga ada praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam pengelolaan retribusi sampah oleh pemerintah Kota Ambon. Indikasi ini menguat karena, potensi yang begitu besar mendatangkan keuntungan bagi […]

expand_less