Breaking News
light_mode

DPR RI Usul Penggunaan AI Untuk Analisis Penyakit Pasien di Daerah

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
  • visibility 75
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tajukmaluku.com-Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh mengusulkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai salah satu solusi pendukung pelayanan kesehatan di tengah masih terbatasnya jumlah dokter di berbagai daerah.

Usulan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Nihayatul menilai perkembangan teknologi AI telah membantu berbagai sektor dan berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung layanan kesehatan, khususnya di wilayah yang menghadapi keterbatasan tenaga medis.

“Kekurangan dokter yang ada, sekarang ini sudah cukup banyak dibantu dengan adanya AI, Pak. Saya bukan orang medis, tetapi saya membayangkan sekarang banyak sektor yang sudah dibantu oleh AI,” kata Nihayatul.

Ia kemudian menanyakan kemungkinan pemanfaatan AI untuk membantu proses analisis awal kondisi kesehatan pasien, terutama di daerah yang masih kekurangan dokter dan tenaga kesehatan.

“Bisa tidak, Pak, kira-kira di daerah-daerah tertentu yang mungkin kekurangan tenaga medis, kita dibantu AI paling tidak untuk membantu pasien menganalisis penyakit dan sebagainya? Ini sebagai jembatan saja, Pak,” ujarnya.

Menurut Nihayatul, persoalan kekurangan dokter tidak dapat diselesaikan secara instan karena proses pendidikan kedokteran memerlukan tahapan yang panjang sebelum seorang dokter dapat menjalankan praktik secara penuh.

“Pendidikan dokter tidak sama dengan pendidikan lainnya. Setelah lulus tidak bisa langsung terjun bekerja. Pendidikan kedokteran masih membutuhkan tahapan seperti koas dan proses lainnya yang memerlukan waktu,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa persoalan mendasar yang dihadapi sistem kesehatan nasional saat ini adalah masih kurangnya jumlah dokter.

Kondisi tersebut membuat beban kerja tenaga medis menjadi sangat tinggi dan berdampak pada pelayanan kesehatan di berbagai daerah.

Ia menjelaskan, indikasi kekurangan dokter dapat dilihat dari masih banyaknya dokter yang memegang hingga tiga Surat Izin Praktik (SIP) sekaligus.

Menurutnya, situasi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan dokter di lapangan belum terpenuhi.

“Masalah utamanya memang karena kita kekurangan dokter sehingga bebannya tinggi sekali. Cara paling mudah melihatnya adalah dari SIP yang masih tiga. Kalau SIP tiga, artinya jumlah dokter yang ada hanya sekitar sepertiga dari kebutuhan. Kalau jumlah dokter cukup, pasti SIP-nya satu karena bekerja di satu tempat,” kata Budi.

Budi menegaskan bahwa penguatan tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi salah satu pilar utama dalam agenda transformasi kesehatan nasional.

Menurutnya, kualitas dan ketersediaan sumber daya manusia kesehatan merupakan faktor strategis yang menentukan keberhasilan perbaikan layanan kesehatan, selain ketersediaan obat-obatan dan fasilitas kesehatan.

Ia mengatakan kekurangan dokter juga menyebabkan berbagai fasilitas kesehatan harus bekerja dengan kapasitas yang terbatas.

Bahkan, dalam sejumlah kasus, dokter yang masih menjalani masa internship kerap menanggung beban pekerjaan yang sangat besar untuk menutupi kekurangan tenaga medis.

“Masalah pertama yang kita lihat adalah beban dokter yang sangat besar. Kita sering mendengar dokter internship bekerja menggantikan dokter di fasilitas kesehatan, baik di rumah sakit yang melayani BPJS maupun RSUD, bahkan hingga dini hari,” ujar Menkes.

Menurut Budi, penambahan jumlah dokter tetap menjadi langkah utama yang harus dilakukan pemerintah untuk memperkuat sistem kesehatan nasional sekaligus mengurangi ketimpangan layanan kesehatan di berbagai daerah.*(01-F)

Tags
  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Fenomena FB Pro dan Tiktok, Mafindo Maluku: Viral Tanpa Etika Bukan Prestasi, tapi Bukti Rendahnya Literasi Digital

    Soal Fenomena FB Pro dan Tiktok, Mafindo Maluku: Viral Tanpa Etika Bukan Prestasi, tapi Bukti Rendahnya Literasi Digital

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dunia maya di Kota Ambon kian gaduh. Dua platform populer, Facebook Pro dan TikTok, berubah jadi arena saling serang, hujat, dan sindir antarpengguna. Ketua Tim Periksa Fakta Mafindo Maluku, Aril Salamena, angkat bicara soal hiruk -pikuk tersebut. “Banyak orang sekarang ingin viral tanpa memikirkan akibatnya. Padahal, viral tanpa etika itu bukan prestasi, tapi tanda rendahnya […]

  • Pemuda Maluku Desak DPRD Tuntaskan Jalan Lingkar Ambalau

    Pemuda Maluku Desak DPRD Tuntaskan Jalan Lingkar Ambalau

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Puluhan pemuda yang tergabung dalam Pemuda Maluku Bergerak (PMB) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Provinsi Maluku, Senin (22/09/2025). Mereka menuntut percepatan pembangunan jalan lingkar Ambalau, Kabupaten Buru Selatan, sepanjang 24 kilometer yang hingga kini belum rampung.Data terakhir menunjukkan, dari total panjang jalan, baru 10 kilometer yang beraspal, 7 kilometer berkerikil, sementara 6 kilometer […]

  • Risman Solissa Sebut Demo Mahasiswa Tuding Panca Karya Gusur Tanah Adat Hanya Asumsi Belaka

    Risman Solissa Sebut Demo Mahasiswa Tuding Panca Karya Gusur Tanah Adat Hanya Asumsi Belaka

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Persatuan Mahasiswa Pecinta Tanah Air Indonesia (PMPI) Maluku, Risman Solissa menyebut aksi demo terkait tudingan PD Panca Karya telah menggusur tanah adat di Desa Hote Jaya dan Desa Kayu Putih, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan hanya berupa asumsi belaka. Pasalnya, narasi yang dibangun dalam aksi tersebut disampaikan tanpa data konkret dan juga terkesan menggiring […]

  • Dokumen Wakaf Hilang? Menteri ATR/Kepala BPN Jelaskan Cara agar Tanah Tetap Bisa Disertipikatkan

    Dokumen Wakaf Hilang? Menteri ATR/Kepala BPN Jelaskan Cara agar Tanah Tetap Bisa Disertipikatkan

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Dokumen tanah wakaf hilang atau tidak lengkap bukan berarti tanah tersebut tidak bisa disertipikatkan. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa masyarakat memiliki jalur hukum yang bisa ditempuh untuk memperoleh kepastian hukum atas tanah wakaf melalui mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. “Kalau kondisi wakif atau alas haknya […]

  • Temui Menteri PU Pekan Depan, Komisi III Bahas Pencopotan Kepala BPJN Maluku

    Temui Menteri PU Pekan Depan, Komisi III Bahas Pencopotan Kepala BPJN Maluku

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Komisi III DPRD Provinsi Maluku agendakan pekan depan tancap gas temui Menteri Pekerja Umum (PU) di Jakarta bahas rotasi dan pencopotan Yana Astuti sebagai Kepala Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan (BPJN) Maluku. Ketua Komisi III Alhidayat Wajo kepada wartawan menegaskan, agenda pertemuan bersama Menteri PU untuk memastikan dua agenda penting, pertama soal sikap Yana Astuti […]

  • Gelar Rapat Perdana, Ini Pesan Walikota dan Wakil Walikota Ambon Periode 2025-2030

    Gelar Rapat Perdana, Ini Pesan Walikota dan Wakil Walikota Ambon Periode 2025-2030

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– Bertempat di Aula Maluku City Mall (MCM), Wali Kota Ambon Drs. Bodewin Wattimena dan Wakil Wali Kota Ely Toisuta menggelar rapat atau apel perdana bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN lingkup Pemerintah Kota Ambon. Selasa, (04/03/2025). Sekitar 2.000 ASN hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk Penjabat Sekretaris Kota Ambon Robert Sapulette, para asisten, serta […]

expand_less