Breaking News
light_mode

Politik Kebajikan Melalui Abolisi dan Amnesti ataukah Fenomena Ade Pasang Gaya, Kaka Tabola bale

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
  • visibility 501
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Dr. Abdul Manaf Tubaka, M.Si

Tajukmaluku.com-Di bulan kemerdekaan ini, tepatnya menjelang 17 Agustus 1945 kita dikejutkan oleh dorman, barang mewah yang tersembunyi dari atribut hukum yakni abolisi dan amnesti dari Presiden Prabowo Subianto.

Ialah Tom Lembong yang divonis 4,5 tahun penjara mendapatkan abolisi dan Hasto Kristiyanto yang divonis 3,5 tahun penjara mendapatkan amnesti dari Presiden yang disetujui DPR.

Abolisi dan amnesti itu barang mewah yang ketika digunakan menurut hemat saya, hanya untuk dua perkara yakni pertama, untuk menampar dunia hukum yang buruk dan mengembalikannya ke titik navigasi yang tepat dan benar. Kedua, untuk membangun peradaban suatu bangsa dengan menyembuhkan luka politik di masa lalu.

Di Afrika Selatan, Nelson Mandela dan Desmond Tutu membentuk truth and Reconciliation Commission, memberi ruang pengakuan dan ampunan demi menutup luka apartheid tanpa menambah dendam.

Di Amerika Serikat, Presiden Gerall Ford memberikan amnesti bagi penolak wajib militer di era perang Vietnam , sebuah langkah damai setelah konflik panjang.

Di Indonesia sendiri, Presiden SBY memberikan amnesti kepada eks kombatan GAM pada 2005. Dari sana, tumbulah perdamaian Aceh yang masih bertahan hingga hari ini. Atas kemunculan abolisi dan amnesti ini, publik pun terpolarisasi. Ada yang bersyukur dan menganggapnya sebagai kebijaksanaan dan ada yang melihatnya sebagai kalkulasi politik.

Dalam kasus Tom Lembong, abolisi dilihat sebagai langkah kebijaksanaan. Dari Tom Lembong pula, kita belajar kompetensi yang dibalut integritas dan sikap indenpenden yang kritis. Seorang ekonom dan teknokrat yang selama menjabat menteri Perdagangan 2015-2016 tak pernah korupsi. Karena itu, putusan vonis 4,5 tahun penjara dalam perkara gula impor terhadap Tom Lembong wajib dihilangkan dan dipulihkan nama baiknya. Maknanya adalah Tom Lembong kembali menjadi orang bebas yang tak pernah tersandung kasus korupsi.

Inilah politik kebajikan yang sedang diperankan oleh Presiden Prabowo. Ini kebajikan yang mengobati luka hati para pecinta keadilan hukum. Lain hal dengan Hasto Kristiyanto. Sekjen PDIP, partai dengan akar panjang dalam sejarah republik ini, divonis 3,5 tahun penjara atas kasus suap dan perintangan penyelidikan terkait Harun Masiku.

Dalam semangat harlah kemerdekaan 17 Agustus, Presiden Prabowo mengajukan amnesti kolektif untuk 1.116 terpidana, termasuk Hasto. Secara hukum, amnesti hanya sekedar menghapus hukuman, tetapi tidak membatalkan vonis.

Ini ruang tafsir politik sekaligus moral di dalamnya. Peristiwa ini mendudukkan kerangka penafsiran bagi kita. Pertama, upaya menguatkan struktur politik kekuasaan Presiden Prabowo. Kedua, menarik kubuh pendukung Anies Baswedan ke dalam orbit kekuasaan, serta mencairnya politik oposisi PDIP.

Dalam skema politik semacam itu, Ariel Heryanto menyebutkan bahwa hukum dipakai untuk sengketa politik sesama elite dan politik dipakai untuk menyelesaikan sengketa hukum sesama elite. Ini suara lain dari cara melihat fenomena hukum dan politik di Indonesia. Sebagai harapan, kebijakan abolisi dan amnesti ini menjadi langkah maju bagi pulihnya kepercayaan anak bangsa untuk kembali bersatu.

Namun disisi lain, dengan melihat berbagai kebijkan yang populis tetapi tidak substansial, seperti program MBG, serta belum sepenuhnya terealisasi dana pendidikan 20% memberikan pemaknaan bahwa kekuasaan masih bekerja dalam aras dominasi yang sama.

Di tengah politik polarisasi elite, selalu membawa dampak rembesan ke akar rumput yang jauh dari gemuruh pertikaian itu. Kekuasaan dikelola dari, dan hanya untuk kenyamanan elite dan bukan untuk lahan pengabdian bagi capaian kemakmuran bersama. Yang dibutuhkan bukan soal tampil beda yang etalistik, tetapi sistem yang membentuk perilaku dan menstrukturkan mentalitas.

Jika sistem kebijkan abolisi dan amnesti hanya sebagai kebijakan tampil beda dan mempertahankan sistem hukum, ekonomi dan politik yang absurd, kita semua akan terjebak dalam siatem yang salah dan kebodohan kolektif yang terpelihara.

Dan hanya orang yang tampil berbeda akan selalu dilirik orang. Seperti lagu fenomenal Tabola bale. Hesteria dalam goyangan, menghibur dalam ketidakpastian arah.*

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ari Sahertian Apresiasi Kesadaran Warga Membuang Sampah Sebelum Penerapan Sanksi Denda Berlaku

    Ari Sahertian Apresiasi Kesadaran Warga Membuang Sampah Sebelum Penerapan Sanksi Denda Berlaku

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota DPRD Provinsi Maluku Dapil Kota Ambon, Ary Sahertian mengapresiasi kesadaran warga dalam membuang sampah sesuai pada tempat dan waktunya. Mengingat, kesadaran itu muncul sebelum Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menerapkan sanksi denda bagi pembuang sampah sembarangan. Ia menilai, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan menjadi indikator, bahwa pendekatan persuasif yang dilakukan pemerintah mulai membuahkan hasil. […]

  • BEM Nusantara Maluku Konsolidasi Daerah, Perkuat Peran Mahasiswa Kawal Pembangunan

    BEM Nusantara Maluku Konsolidasi Daerah, Perkuat Peran Mahasiswa Kawal Pembangunan

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Maluku menggelar Konsolidasi Daerah dan Diskusi Publik dengan tema “Meneguhkan Sapta Cita: Sinergi Keamanan, Mahasiswa, dan Pemerintah dalam Mengawal Arah Pembangunan Daerah” di Aula Rektorat Universitas Pattimura Ambon, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Pattimura Ambon atau yang mewakili, Ketua dan pengurus BEM se-Kota Ambon, unsur KNPI Maluku, […]

  • Berkah Ramadan: PLN Salurkan Bantuan Pasang Baru Listrik Gratis untuk Masyarakat Membutuhkan di Waimeteng Pantai, Desa Piru

    Berkah Ramadan: PLN Salurkan Bantuan Pasang Baru Listrik Gratis untuk Masyarakat Membutuhkan di Waimeteng Pantai, Desa Piru

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    SBB,Tajukmaluku.com-Ramadan kali ini membawa kebahagiaan bagi masyarakat prasejahtera di Waimeteng Pantai, Desa Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Piru menyalurkan bantuan pasang baru listrik gratis kepada warga yang membutuhkan. Salah satu penerima manfaat adalah Ibu Ariani, warga setempat yang sebelumnya belum menikmati […]

  • Sangadji dan Benih Nasionalisme Indonesia

    Sangadji dan Benih Nasionalisme Indonesia

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Arman Kalean Lessy, M.Pd., C.Md (Ketua DPD KNPI Maluku || Akademisi UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon) Tajukmaluku.com-Banyak dari kritikus yang menukil pendapat dari Benedict Anderson tentang imagined community, lalu mengaitkannya dengan konsep Nasionalisme. Tanpa ragu, mereka sering nyinyir dengan ujaran “Bangsa Indonesia adalah imajinasi Sukarno saja”. Seolah Indonesia hanyalah visi dari Sukarno seorang, mereka […]

  • PLN UIW MMU Gerak Cepat Atasi Gangguan Sistem Kelistrikan di Dobo, Kini Listrik Kembali Normal

    PLN UIW MMU Gerak Cepat Atasi Gangguan Sistem Kelistrikan di Dobo, Kini Listrik Kembali Normal

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) gerak cepat menormalkan sistem kelistrikan di kawasan Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru. Pasalnya, terjadi gangguan sistem yang menyebabkan listrik padam pada 23 Desember 2024, pukul 19.12 WIT kemarin. General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menyampaikan terdapat empat unit mesin dari total 11 mesin di sistem […]

  • Dorong Ambon Tampil Menawan, KNPI Minta Pemkot Terapkan Standar Estetika Kota

    Dorong Ambon Tampil Menawan, KNPI Minta Pemkot Terapkan Standar Estetika Kota

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku mendesak Pemerintah Kota Ambon melalui Walikota Bodewin M Wattimena segera menerbitkan imbauan resmi kepada pemilik ruko dan tempat usaha di berbagai titik strategis kota, termasuk kawasan Pasar Mardika, untuk melakukan pengecatan ulang dan perawatan fasad secara berkala. Langkah ini dinilai penting guna menciptakan wajah kota yang lebih tertib, […]

expand_less