Breaking News
light_mode

Kampanye Politik Dan Politisasi Geneaologi Di Maluku

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
  • visibility 259
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Ripal Pattimahu

27 November 2024 begitu dinanti-nanti, baik oleh para calon kandidat kepala daerah, para pemerhati politik, pun rakyat. Beragam varian dan upaya satu per satu telah dikerahkan, salah satunya adalah dengan berkampanye di hadapan mata publik dan media.

Kampanye pilkada atau kampanye politik merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan kandidat partai untuk meyakinkan pemilih. Caranya dengan menawarkan visi, misi, program dan atau citra diri dari kandidat itu sendiri. Tujuan utamanya adalah untuk memengaruhi opini dan pilihan supaya bisa mendukung calon atau partai politik tertentu. Kampanye juga menjadi salah satu alat untuk memobilisasi massa dan menggaet suara-suara pemilih.

Sebagaimana yang juga dilakukan di negara-negara distrik federal ( sebut saja Amerika Serikat ) seperti parade surat kabar, pamflet, sampai berpidato. Hal yang sama juga sering dilakukan di berbagai daerah di Indonesia pada saat musim pra-pemilihan. Momentum kampanye juga telah menjadi tradisi politik pada ajang Pemilihan umum (PEMILU) maupun Pemilihan kepala daerah (PILKADA).

Selain penawaran visi, misi, program, melalui pamflet, surat kabar, dan media digital. Para kandidat juga sering mendatangi berbagai daerah-daerah bahkan desa-desa terpencil yang ada di Maluku. Kedatangan itu tidak lain adalah untuk menarik simpatisan warga, utamanya adalah warga yang memiliki hak pilih dalam Pilkada mendatang.

Di Maluku, ikatan kekeluargaan maupun persaudaraan sudah menjadi darah daging yang mungkin masih sangat kental di benak setiap generasi. Pada saat berkampanye, ucapan-ucapan yang seringkali kita dengar seperti (kakek saya dari desa ini, nenek saya dari desa ini, orang tua saya memiliki kaitan darah dari daerah ini), menjadi pintu masuk dan jalan untuk menarik simpatisan masyarakat, ditambah dengan penggaungan simbol-simbol budaya, membuat juru kampanye semakin tampil percaya diri & merasa empati dihadapan publik. Di sinilah genealogi itu menjadi terpolitisasi.

Realitas politisasi genealogi di Maluku juga telah mengakibatkan ketimpangan sosial, bahkan dalam ruang yang kecil pun (keluarga). Semuanya terjadi karena disebabkan oleh sekelompok orang yang cenderung menjadikan jubah genealogisasi sebagai upaya dalam memenuhi hasrat berpolitik. Sekali lagi, genealogi terpolitisasi.

Genealogi sebagai sebuah istilah untuk menjelaskan asal-usul kekelurgaan & hubungan persaudaraan, seolah-olah menjadi momentum musiman yang dinanti-nanti dan menjadi wacana yang marak dan ramai sekali diperbincangkan pada perhelatan pesta politik lima tahun sekali. Nuansanya juga tidak kalah berbeda dengan budaya jumpa Pela & Gandong terkhususnya di Maluku. Hanya saja dia agak berbeda dari segi mekanisme tatanan lokal.

Penulis tidak bermaksud untuk memisahkan antara kampanye Politik & Genealogi, namun penulis ingin membangun kesadaran bahwa berbicara tentang genealogi, tidak cukup sampai pada saat momentum PILKADA maupun PEMILU saja, yang realitasnya sangat memungkinkan untuk merusak citra kekeluargaan & hubungan persaudaraan.

Penulis adalah Mahasiswa FKIP Universitas Darussalam Ambon

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tangkap Pelaku, Kapolres Bongkar Motif Pembakaran Kantor KPU BURU. Benarkah hanya Bendahara?

    Tangkap Pelaku, Kapolres Bongkar Motif Pembakaran Kantor KPU BURU. Benarkah hanya Bendahara?

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Buru,Tajukmaluku.com-Kasus pembakaran kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buru pada 28 Februari 2025 akhirnya terungkap. Berdasarkan penyelidikan intensif yang dilakukan Polres Buru, terungkap bahwa pembakaran tersebut direncanakan dan dilakukan oleh tiga orang, dengan salah satunya berperan sebagai dalang utama. Kapolres Buru, AKBP Sulastri Sukidjang, dalam konferensi pers yang digelar Sabtu siang (19/4), mengungkapkan bahwa motif […]

  • Anak Muda Jazirah Leihitu Dukung Pemekaran Kecamatan Leihitu

    Anak Muda Jazirah Leihitu Dukung Pemekaran Kecamatan Leihitu

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dukungan terhadap pemekaran wilayah di Jazirah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, terus menguat. Kali ini, datang dari kalangan generasi muda, menandakan partisipasi aktif mereka dalam mendorong perubahan tata kelola wilayah. Tokoh pemuda setempat, Aril Salamena, menyatakan komitmen penuhnya mendukung Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pembentukan dua kecamatan baru: Leihitu Tengah Barat dan Leihitu Timur. Ranperda ini […]

  • Rakor Lintas Sektoral di Malut, PLN UIW MMU Komitmen Pasokan Listrik Andal Jelang Idul Fitri 1447 H

    Rakor Lintas Sektoral di Malut, PLN UIW MMU Komitmen Pasokan Listrik Andal Jelang Idul Fitri 1447 H

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah kerjanya, khususnya menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Kesiapan Pelayanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H […]

  • Hentikan Pencarian Korban Hilang di Binaiya, RUMMI Desak BPK Periksa Kepala Balai TN Manusela

    Hentikan Pencarian Korban Hilang di Binaiya, RUMMI Desak BPK Periksa Kepala Balai TN Manusela

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Rumah Muda Anti Korupsi (RUMMI) Maluku meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengaudit penggunaan anggaran Balai Taman Nasional Manusela.Ini disampaikan menyusul penghentian pencarian Firdaus Ahmad Fauzi (27), pendaki asal Bogor yang hilang di Gunung Binaiya, Maluku Tengah.Pasalnya, penghentian itu dinilai prematur dan tidak akuntabel. “Ini bukan cuma soal medan atau cuaca. Ini soal tanggung jawab […]

  • PLN Gerak Cepat Atasi Pemadaman Listrik di Ambon Akibat Cuaca Ekstrem

    PLN Gerak Cepat Atasi Pemadaman Listrik di Ambon Akibat Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sistem kelistrikan Ambon sempat mengalami pemadaman pada Kamis (8/1/2026) pagi akibat cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang. Pemadaman terjadi pada pukul 09.40 WIT sebagai dampak gangguan pada jaringan distribusi PLN. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Noer Soeratmoko menerangkan, cuaca ekstrem menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan mengenai […]

  • Listrik di Desa Tutukembong-KKT Normal Kembali, PLN ULP Saumlaki Ungkap Penyebab Gangguan

    Listrik di Desa Tutukembong-KKT Normal Kembali, PLN ULP Saumlaki Ungkap Penyebab Gangguan

    • calendar_month Minggu, 29 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Saumlaki telah menormalkan kembali sistem kelistrikan di Desa Tutukembong, Kecamatan Nirunmas, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.Sebelumnya sempat terjadi pemadaman di hari yang berbeda, yakni pada 24 Desember dan 27 Desember 2024. Setelah melakukan pengecekan, PLN ULP Saumlaki mendapati sumber gangguan sistem kelistrikan […]

expand_less