Breaking News
light_mode

Membaca Ulang Pesisir: Kemiskinan dan Tantangan Kesejahteraan Nelayan Buru Selatan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
  • visibility 543
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Yatsrib Akbar Sowakil S.Pi, M.SI

Ambon,Tajukmaluku.com-Masalah kemiskinan yang terjadi di daerah pedesaan di kabupaten buru Selatan merupakan hasil dari beberapa faktor antara lain: pertumbuhan penduduk, rendahnya kualitas sumberdaya manusia dan rendahnya produktivitas sehingga ini menjadi kegagalan pemerintah daerah. Salim (2017), menyatakan kemiskinan melekat atas diri penduduk miskin, mereka miskin karena tidak memiliki asset produksi dan kemampuan untuk meningkatkan produktivitas. Mereka tidak memiliki aset produksi karena mereka miskin, akibatnya mereka terjerat dalam lingkaran kemiskinan tanpa ujung dan pangkalnya.

Selain itu kemiskinan juga merupakan sebuah hubungan kausalitas yang artinya rendahnya pendapatan perkapita menyebabkan tingginya kemiskinan. Tingkat investasi perkapita yang rendah disebabkan oleh permintaan domestic perkapita yang rendah juga dan hal tersebut terjadi karena tingkat kemiskinan yang yang tinggi dan demikian seterusnya, sehingga hal itu dapat membentuk sebuah lingkaran kemiskinan sebagai bentuk adanya sebuah hubungan sebab dan akibat.

Rendahnya faktor-faktor di atas menyebabkan rendahnya aktivitas ekonomi yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Rendahnya aktivitas ekonomi yang dapat dilakukan berakibat terhadap rendahnya produktivitas dan pendapatan yang diterima, pada urutannya pendapatan tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan fisik minimum yang menyebabkan terjadinya proses kemiskinan.

Nelayan yaitu suatu masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dengan mata pencaharian utama adalah memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang terdapat di dalam lautan, baik itu berupa ikan, udang, rumput laut, kerang-kerangan, terumbu karang dan hasil kekayaan laut lainnya.

Masyarakat nelayan pesisir Kabupaten Buru Selatan memiliki karakteristik khusus yang membedakan mereka dari masyarakat lainnya, yaitu karakteristik yang terbentuk dari kehidupan di lautan yang sangat keras dan penuh dengan resiko, terutama resiko yang berasal dari faktor alam. Wilayah pesisir diketahui memiliki karakteristik yang unik dan memiliki keragaman potensi sumberdaya alam, baik hayati maupun non-hayati yang sangat tinggi.

Oleh sebab itu, laju pertambahan jumlah nelayan di Indonesia sangat pesat. Hal ini disebabkan, hasil perikanan laut merupakan sumberdaya yang besar. Namun banyak juga kendala yang dialami oleh para nelayan, sehingga hasil tangkapan yang didapat hanya sedikit. Kondisi seperti ini yang mengakibatkan nelayan menjadi miskin. Peningkatkan kesejahteraan masyarakat merupakan hakikat pembangunan nasional.

Tingkat kesejahteraan masyarakat ini mencerminkan kualitas hidup dari sebuah keluarga dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi berarti memiliki kualitas hidup yang lebih baik, sehingga pada akhirnya keluarga tersebut mampu untuk menciptakan kondisi yang lebih baik untuk bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pendapatan Masyarakat Nelayan Kabupaten Buru Selatan

Secara umum, kemiskinan masyarakat pesisir disebabkan oleh tidak terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat, antara lain kebutuhan akan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, infrastruktur. Di samping itu, kurangnya kesempatan berusaha, kurangnya akses terhadap informasi, teknologi dan permodalan, budaya dan gaya hidup yang cenderung boros, menyebabkan posisi tawar masyarakat miskin semakin lemah. Pada saat yang sama, kebijakan Pemerintah selama ini kurang berpihak pada masyarakat pesisir sebagai salah satu pemangku kepentingan di wilayah pesisir.

Kemiskinan Masyarakat Pesisir Kabupaten Buru Selatan ditandai oleh tidak menentunya pendapatan yang diperoleh, karena perekonomian masyarakat disana sangat menggantungkan hasil tangkapan laut. pada saat musim angin dan ombak besar tidak jarang para nelayan pulang hanya dengan tangan kosong, sedangkan pada saat cuaca mendukung para nelayan harus bersaing dalam perebutan sumberdaya laut, sehingga pemenuhan standar hidup layak sangat sulit untuk dicapai.

Strategi Pengentasan Kemiskinan Wilayah Pesisir Kabupaten Buru Selatan

Sudah sejak lama kemiskinan dipercaya sebagai sumber utama kesusahan di masyarakat, seperi munculnya penyakit, keterbelakangan mental, kekurangan nutrisi, bahkan terjadinya konflik. Tak mengherankan jika dengan semakin berkembangnya peradaban manusia, dan semakin meningkatnya kesadaran manusia akan pentingnya kesamaan harkat dan martabat manusia, telah menjadikan fenomena kemiskinan sebagai suatu permasalahan yang banyak mendapatkan perhatian lebih.

Sehingga strategi kebijakan pemerintah daerah dalam penanggulangan kemiskinan di wilayah pesisir Kabupaten Buru Selatan harusnya di lihat dari aspek Ekonomi sosial dan SDA sehingga menciptakan kebijakan yang pro terhadap Masyarakat. Sehingga seharusnya strategi yang di ambil adalah.

●Strategi Ekonomi

Pengembangan Usaha Perikanan: Meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengelola usaha perikanan, seperti pembudidayaan ikan, kerang, dan lain-lain.

Pemasaran Hasil Laut: Membantu nelayan memasarkan hasil laut mereka ke pasar yang lebih luas, sehingga meningkatkan pendapatan.

Kredit Usaha: Menyediakan kredit usaha yang mudah diakses oleh nelayan untuk membiayai usaha mereka.

●Strategi Sosial

Pendidikan dan Pelatihan: Menyediakan pendidikan dan pelatihan untuk nelayan dan keluarga mereka, sehingga meningkatkan kemampuan dan kesadaran mereka, .kegagalan pemerintahan berapa tahun terakhir menjadikan persoalan persoalan sosial yang tak selesai.

Kesehatan dan Gizi: Meningkatkan akses ke layanan kesehatan dan gizi yang baik untuk nelayan dan keluarga mereka.

Perlindungan Sosial: Menyediakan perlindungan sosial bagi nelayan dan keluarga mereka, seperti asuransi kesehatan dan bantuan sosial.

●Strategi Lingkungan

Pengelolaan Sumber Daya Alam: Meningkatkan kesadaran dan kemampuan nelayan dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Pengurangan Dampak Lingkungan: Meningkatkan kesadaran dan kemampuan nelayan dalam mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan perikanan.

Pengembangan Ekowisata: Mengembangkan ekowisata di daerah pesisir untuk meningkatkan pendapatan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan.

●Solusi Pemerintahan

Pengembangan Kebijakan: Mengembangkan kebijakan yang mendukung pengembangan usaha perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pengawasan dan Pengendalian: Meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan perikanan untuk mencegah overfishing dan kerusakan lingkungan.

Pengembangan Infrastruktur: Mengembangkan infrastruktur yang mendukung pengembangan usaha perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dan sekaligus penyedian akses perhubungan laut. Antar pulau di buru Selatan.

Dengan implementasi Strategi tersebut, ini menjadi tugas besar pemerintahan baru yang nantinya memimpin Kabupaten Buru Selatan diharapkan kemiskinan masyarakat pesisir Buru Selatan dapat dituntaskan dan kesejahteraan mereka dapat meningkat.

Masyarakat nelayan kabupaten buru Selatan di katakan belum sejahtera menurut kriteria garis kemiskinan dengan menggunakan standart World Bank, sedangkan menurut kriteria garis kemiskinan BPS baik, masyarakat sudah dikatakan sejahtera.artinya ini ada benturan data padahal realita lapangan garis kemiskinan bis akita lihat kehidupan saat ini, Penyebab kemiskinan yang dialami oleh Masyarakat Kabupaten buru Selatan disebabkan oleh tidak menentunya pendapatan yang diperoleh. Karena perekonomian masyarakat sangat bergantung pada hasil tangkapan laut, sehingga rendahanya pendapatan yang diperoleh ini menjadi tugas besar pemerintahan baru untuk meningakatkan pertumbuhan ekonomi lebih baik.

Penulis adalah Anak Muda Bumi Bupolo

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampak Perang AS Israel ke Iran, Harga Emas Langsung Meroket

    Dampak Perang AS Israel ke Iran, Harga Emas Langsung Meroket

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Harga Emas Antam 24 karat hari ini tercatat naik ke harga Rp 3.085.000 per gram, Minggu (1/3/2026). Hal itu terjadi usai serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Sementara untuk harga emas dunia dari data perdagangan Tradingview, menguat 1,80% ke harga US$ 5.278 per troy ons. Penguatan harga emas dunia hari ini menjadi […]

  • Wamen BUMN Apresiasi Kesiapan Listrik PLN Sambut Nataru

    Wamen BUMN Apresiasi Kesiapan Listrik PLN Sambut Nataru

    • calendar_month Rabu, 25 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Aminuddin Ma’ruf memastikan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi aman dan andal untuk menghadapi perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Hal ini disampaikannya saat meninjau langsung ke Gardu Induk 150 kV Cilegon Lama, Cilegon bersama Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo pada Selasa (24/12). “Kami sudah mendapatkan laporan […]

  • Gerak Cepat PLN ULP Bula Pulihkan Sistem Kelistrikan akibat Pohon Tumbang di Dusun Niff

    Gerak Cepat PLN ULP Bula Pulihkan Sistem Kelistrikan akibat Pohon Tumbang di Dusun Niff

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) gerak cepat memulihkan sistem kelistrikan di Dusun Nif, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menuturkan, pohon tumbang yang terjadi akibat cuaca buruk mengakibatkan ganguan terhadap sejumlah sistem kelistrikan di kawasan Bula. Untuk itu, melalui PLN ULP […]

  • Anggota Dewan Rawidin Ode Dilaporkan Soal Dugaan Penggelapan Uang Miliaran Rupiah

    Anggota Dewan Rawidin Ode Dilaporkan Soal Dugaan Penggelapan Uang Miliaran Rupiah

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Yos Sudarso Ambon Rawidin Ode dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Maluku dan Polda Maluku. Selasa, (3/6/2025). Rawidin Ode selama menjabat sebagai Ketua Koperasi TKBM sejak 2014 silam dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) dengan alasan dugaan penggelapan dana milik anggota Koperasi TKBM yang jika diakumulasikan bisa mencapai Rp18 miliar […]

  • Groundbreaking Blok Masela, PLN Jamin Pasokan Listrik Andal Dukung Investasi di Tanimbar

    Groundbreaking Blok Masela, PLN Jamin Pasokan Listrik Andal Dukung Investasi di Tanimbar

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tanimbar,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) memastikan keandalan pasokan listrik untuk mendukung pelaksanaan groundbreaking Proyek Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (16/7/2026). Kesiapan tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menopang proyek strategis nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Noer Soeratmoko, mengatakan PLN memiliki […]

  • Soal Hilangnya Dokumen Disdik Maluku, Kuasa Hukum: Anisa Jadi Korban Penggiringan Opini

    Soal Hilangnya Dokumen Disdik Maluku, Kuasa Hukum: Anisa Jadi Korban Penggiringan Opini

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Tajuk Maluku.com
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kasus hilangnya puluhan dokumen penting milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku terus menjadi sorotan publik. Meski sudah ditangani aparat penegak hukum, narasi-narasi yang berkembang di ruang publik justru dituding telah digiring untuk merusak reputasi salah satu pejabat dinas tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh S. Hamid Fakaubun, MH, kuasa hukum dari Anisa—salah satu pejabat […]

expand_less