Breaking News
light_mode

Membaca Ulang Pesisir: Kemiskinan dan Tantangan Kesejahteraan Nelayan Buru Selatan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
  • visibility 578
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Yatsrib Akbar Sowakil S.Pi, M.SI

Ambon,Tajukmaluku.com-Masalah kemiskinan yang terjadi di daerah pedesaan di kabupaten buru Selatan merupakan hasil dari beberapa faktor antara lain: pertumbuhan penduduk, rendahnya kualitas sumberdaya manusia dan rendahnya produktivitas sehingga ini menjadi kegagalan pemerintah daerah. Salim (2017), menyatakan kemiskinan melekat atas diri penduduk miskin, mereka miskin karena tidak memiliki asset produksi dan kemampuan untuk meningkatkan produktivitas. Mereka tidak memiliki aset produksi karena mereka miskin, akibatnya mereka terjerat dalam lingkaran kemiskinan tanpa ujung dan pangkalnya.

Selain itu kemiskinan juga merupakan sebuah hubungan kausalitas yang artinya rendahnya pendapatan perkapita menyebabkan tingginya kemiskinan. Tingkat investasi perkapita yang rendah disebabkan oleh permintaan domestic perkapita yang rendah juga dan hal tersebut terjadi karena tingkat kemiskinan yang yang tinggi dan demikian seterusnya, sehingga hal itu dapat membentuk sebuah lingkaran kemiskinan sebagai bentuk adanya sebuah hubungan sebab dan akibat.

Rendahnya faktor-faktor di atas menyebabkan rendahnya aktivitas ekonomi yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Rendahnya aktivitas ekonomi yang dapat dilakukan berakibat terhadap rendahnya produktivitas dan pendapatan yang diterima, pada urutannya pendapatan tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan fisik minimum yang menyebabkan terjadinya proses kemiskinan.

Nelayan yaitu suatu masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dengan mata pencaharian utama adalah memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang terdapat di dalam lautan, baik itu berupa ikan, udang, rumput laut, kerang-kerangan, terumbu karang dan hasil kekayaan laut lainnya.

Masyarakat nelayan pesisir Kabupaten Buru Selatan memiliki karakteristik khusus yang membedakan mereka dari masyarakat lainnya, yaitu karakteristik yang terbentuk dari kehidupan di lautan yang sangat keras dan penuh dengan resiko, terutama resiko yang berasal dari faktor alam. Wilayah pesisir diketahui memiliki karakteristik yang unik dan memiliki keragaman potensi sumberdaya alam, baik hayati maupun non-hayati yang sangat tinggi.

Oleh sebab itu, laju pertambahan jumlah nelayan di Indonesia sangat pesat. Hal ini disebabkan, hasil perikanan laut merupakan sumberdaya yang besar. Namun banyak juga kendala yang dialami oleh para nelayan, sehingga hasil tangkapan yang didapat hanya sedikit. Kondisi seperti ini yang mengakibatkan nelayan menjadi miskin. Peningkatkan kesejahteraan masyarakat merupakan hakikat pembangunan nasional.

Tingkat kesejahteraan masyarakat ini mencerminkan kualitas hidup dari sebuah keluarga dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi berarti memiliki kualitas hidup yang lebih baik, sehingga pada akhirnya keluarga tersebut mampu untuk menciptakan kondisi yang lebih baik untuk bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pendapatan Masyarakat Nelayan Kabupaten Buru Selatan

Secara umum, kemiskinan masyarakat pesisir disebabkan oleh tidak terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat, antara lain kebutuhan akan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, infrastruktur. Di samping itu, kurangnya kesempatan berusaha, kurangnya akses terhadap informasi, teknologi dan permodalan, budaya dan gaya hidup yang cenderung boros, menyebabkan posisi tawar masyarakat miskin semakin lemah. Pada saat yang sama, kebijakan Pemerintah selama ini kurang berpihak pada masyarakat pesisir sebagai salah satu pemangku kepentingan di wilayah pesisir.

Kemiskinan Masyarakat Pesisir Kabupaten Buru Selatan ditandai oleh tidak menentunya pendapatan yang diperoleh, karena perekonomian masyarakat disana sangat menggantungkan hasil tangkapan laut. pada saat musim angin dan ombak besar tidak jarang para nelayan pulang hanya dengan tangan kosong, sedangkan pada saat cuaca mendukung para nelayan harus bersaing dalam perebutan sumberdaya laut, sehingga pemenuhan standar hidup layak sangat sulit untuk dicapai.

Strategi Pengentasan Kemiskinan Wilayah Pesisir Kabupaten Buru Selatan

Sudah sejak lama kemiskinan dipercaya sebagai sumber utama kesusahan di masyarakat, seperi munculnya penyakit, keterbelakangan mental, kekurangan nutrisi, bahkan terjadinya konflik. Tak mengherankan jika dengan semakin berkembangnya peradaban manusia, dan semakin meningkatnya kesadaran manusia akan pentingnya kesamaan harkat dan martabat manusia, telah menjadikan fenomena kemiskinan sebagai suatu permasalahan yang banyak mendapatkan perhatian lebih.

Sehingga strategi kebijakan pemerintah daerah dalam penanggulangan kemiskinan di wilayah pesisir Kabupaten Buru Selatan harusnya di lihat dari aspek Ekonomi sosial dan SDA sehingga menciptakan kebijakan yang pro terhadap Masyarakat. Sehingga seharusnya strategi yang di ambil adalah.

●Strategi Ekonomi

Pengembangan Usaha Perikanan: Meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengelola usaha perikanan, seperti pembudidayaan ikan, kerang, dan lain-lain.

Pemasaran Hasil Laut: Membantu nelayan memasarkan hasil laut mereka ke pasar yang lebih luas, sehingga meningkatkan pendapatan.

Kredit Usaha: Menyediakan kredit usaha yang mudah diakses oleh nelayan untuk membiayai usaha mereka.

●Strategi Sosial

Pendidikan dan Pelatihan: Menyediakan pendidikan dan pelatihan untuk nelayan dan keluarga mereka, sehingga meningkatkan kemampuan dan kesadaran mereka, .kegagalan pemerintahan berapa tahun terakhir menjadikan persoalan persoalan sosial yang tak selesai.

Kesehatan dan Gizi: Meningkatkan akses ke layanan kesehatan dan gizi yang baik untuk nelayan dan keluarga mereka.

Perlindungan Sosial: Menyediakan perlindungan sosial bagi nelayan dan keluarga mereka, seperti asuransi kesehatan dan bantuan sosial.

●Strategi Lingkungan

Pengelolaan Sumber Daya Alam: Meningkatkan kesadaran dan kemampuan nelayan dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Pengurangan Dampak Lingkungan: Meningkatkan kesadaran dan kemampuan nelayan dalam mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan perikanan.

Pengembangan Ekowisata: Mengembangkan ekowisata di daerah pesisir untuk meningkatkan pendapatan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan.

●Solusi Pemerintahan

Pengembangan Kebijakan: Mengembangkan kebijakan yang mendukung pengembangan usaha perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pengawasan dan Pengendalian: Meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan perikanan untuk mencegah overfishing dan kerusakan lingkungan.

Pengembangan Infrastruktur: Mengembangkan infrastruktur yang mendukung pengembangan usaha perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dan sekaligus penyedian akses perhubungan laut. Antar pulau di buru Selatan.

Dengan implementasi Strategi tersebut, ini menjadi tugas besar pemerintahan baru yang nantinya memimpin Kabupaten Buru Selatan diharapkan kemiskinan masyarakat pesisir Buru Selatan dapat dituntaskan dan kesejahteraan mereka dapat meningkat.

Masyarakat nelayan kabupaten buru Selatan di katakan belum sejahtera menurut kriteria garis kemiskinan dengan menggunakan standart World Bank, sedangkan menurut kriteria garis kemiskinan BPS baik, masyarakat sudah dikatakan sejahtera.artinya ini ada benturan data padahal realita lapangan garis kemiskinan bis akita lihat kehidupan saat ini, Penyebab kemiskinan yang dialami oleh Masyarakat Kabupaten buru Selatan disebabkan oleh tidak menentunya pendapatan yang diperoleh. Karena perekonomian masyarakat sangat bergantung pada hasil tangkapan laut, sehingga rendahanya pendapatan yang diperoleh ini menjadi tugas besar pemerintahan baru untuk meningakatkan pertumbuhan ekonomi lebih baik.

Penulis adalah Anak Muda Bumi Bupolo

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN UIW MMU Gerak Cepat Penormalan Sistem kelistrikan Saat Pemadaman di Kota Ambon

    PLN UIW MMU Gerak Cepat Penormalan Sistem kelistrikan Saat Pemadaman di Kota Ambon

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-PLN UIW Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) sigap melakukan percepatan penormalan sistem kelistrikan di Kota Ambon yang terjadi pada Rabu (19/03/2025). General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menyampaikan, hal ini dilakukan guna mempercepat penyalaan sehingga masyarakat dapat membali menikmati listrik dengan nyaman. “Kami memohon maaf atas kejadian pemadaman yang terjadi, namun jangan khawatir, […]

  • Dinilai Gagal Paham Terapkan Pasal, Hermawan Makki Gugat Kapolda Maluku Soal Penangkapan Ilegal

    Dinilai Gagal Paham Terapkan Pasal, Hermawan Makki Gugat Kapolda Maluku Soal Penangkapan Ilegal

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Tim kuasa hukum Hermawan Makki, alias Wawan, dari Lembaga Bantuan Hukum Damar Keadilan Rakyat (LBH DKR) mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap Kepala Kepolisian Daerah Maluku (Kapolda Maluku). Gugatan ini terkait dengan penangkapan Hermawan Makki pada 20 Oktober 2024 oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku, yang kini berstatus tersangka dan ditahan di […]

  • Alih Status SHGB ke SHM, Langkah Penting Amankan Aset Properti Masyarakat

    Alih Status SHGB ke SHM, Langkah Penting Amankan Aset Properti Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namrole,Tajukmaluku.com-Kepemilikan tanah dengan status Sertipikat Hak Milik (SHM) masih menjadi bentuk hak atas tanah yang memberikan kepastian hukum tertinggi di Indonesia. Karena itu, masyarakat yang masih memiliki Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) diimbau untuk segera meningkatkan status haknya menjadi SHM guna melindungi aset properti dalam jangka panjang. SHM merupakan hak kepemilikan atas tanah yang bersifat […]

  • Opening Sedekah Kurma Bertajuk Ramadhan Inspirasi, DPRD Tekankan Kolaborasi Sosial

    Opening Sedekah Kurma Bertajuk Ramadhan Inspirasi, DPRD Tekankan Kolaborasi Sosial

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Program Sedekah Kurma, Sedekah Inspirasi resmi dibuka bersamaan dengan peluncuran logo baru Rumah Inspirasi & Literasi Maluku dalam dialog inspiratif yang digelar di Kafe Media Graha Ambon Ekspres, Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya gerakan kolaboratif bertajuk Ramadhan Inspirasi yang akan menjangkau sejumlah desa dan dusun di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, hingga Seram […]

  • PLN Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik dan Layanan Digital di Batabual

    PLN Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik dan Layanan Digital di Batabual

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Batabual,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Mako, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon, terus memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan kelistrikan yang aman dan mudah diakses masyarakat melalui kegiatan edukasi keselamatan ketenagalistrikan, pemanfaatan aplikasi PLN Mobile, serta penyampaian informasi Survei Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kepada masyarakat Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru. General Manager […]

  • Kenali Prosedur dan Syarat Pemisahan Bidang Tanah

    Kenali Prosedur dan Syarat Pemisahan Bidang Tanah

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Pemisahan bidang tanah merupakan layanan pertanahan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memisahkan sebagian bidang tanah dari sertipikat induk. Layanan ini umumnya diajukan untuk berbagai keperluan, seperti penjualan sebagian tanah, hibah, pembagian harta bersama, maupun kebutuhan lain yang mengharuskan suatu bidang tanah memiliki sertipikat terpisah atau tersendiri. Dalam layanan pertanahan, pemisahan bidang tanah dilakukan tanpa menghapus […]

expand_less