Breaking News
light_mode

Membaca Ulang Pesisir: Kemiskinan dan Tantangan Kesejahteraan Nelayan Buru Selatan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
  • visibility 630
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Yatsrib Akbar Sowakil S.Pi, M.SI

Ambon,Tajukmaluku.com-Masalah kemiskinan yang terjadi di daerah pedesaan di kabupaten buru Selatan merupakan hasil dari beberapa faktor antara lain: pertumbuhan penduduk, rendahnya kualitas sumberdaya manusia dan rendahnya produktivitas sehingga ini menjadi kegagalan pemerintah daerah. Salim (2017), menyatakan kemiskinan melekat atas diri penduduk miskin, mereka miskin karena tidak memiliki asset produksi dan kemampuan untuk meningkatkan produktivitas. Mereka tidak memiliki aset produksi karena mereka miskin, akibatnya mereka terjerat dalam lingkaran kemiskinan tanpa ujung dan pangkalnya.

Selain itu kemiskinan juga merupakan sebuah hubungan kausalitas yang artinya rendahnya pendapatan perkapita menyebabkan tingginya kemiskinan. Tingkat investasi perkapita yang rendah disebabkan oleh permintaan domestic perkapita yang rendah juga dan hal tersebut terjadi karena tingkat kemiskinan yang yang tinggi dan demikian seterusnya, sehingga hal itu dapat membentuk sebuah lingkaran kemiskinan sebagai bentuk adanya sebuah hubungan sebab dan akibat.

Rendahnya faktor-faktor di atas menyebabkan rendahnya aktivitas ekonomi yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Rendahnya aktivitas ekonomi yang dapat dilakukan berakibat terhadap rendahnya produktivitas dan pendapatan yang diterima, pada urutannya pendapatan tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan fisik minimum yang menyebabkan terjadinya proses kemiskinan.

Nelayan yaitu suatu masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dengan mata pencaharian utama adalah memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang terdapat di dalam lautan, baik itu berupa ikan, udang, rumput laut, kerang-kerangan, terumbu karang dan hasil kekayaan laut lainnya.

Masyarakat nelayan pesisir Kabupaten Buru Selatan memiliki karakteristik khusus yang membedakan mereka dari masyarakat lainnya, yaitu karakteristik yang terbentuk dari kehidupan di lautan yang sangat keras dan penuh dengan resiko, terutama resiko yang berasal dari faktor alam. Wilayah pesisir diketahui memiliki karakteristik yang unik dan memiliki keragaman potensi sumberdaya alam, baik hayati maupun non-hayati yang sangat tinggi.

Oleh sebab itu, laju pertambahan jumlah nelayan di Indonesia sangat pesat. Hal ini disebabkan, hasil perikanan laut merupakan sumberdaya yang besar. Namun banyak juga kendala yang dialami oleh para nelayan, sehingga hasil tangkapan yang didapat hanya sedikit. Kondisi seperti ini yang mengakibatkan nelayan menjadi miskin. Peningkatkan kesejahteraan masyarakat merupakan hakikat pembangunan nasional.

Tingkat kesejahteraan masyarakat ini mencerminkan kualitas hidup dari sebuah keluarga dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi berarti memiliki kualitas hidup yang lebih baik, sehingga pada akhirnya keluarga tersebut mampu untuk menciptakan kondisi yang lebih baik untuk bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pendapatan Masyarakat Nelayan Kabupaten Buru Selatan

Secara umum, kemiskinan masyarakat pesisir disebabkan oleh tidak terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat, antara lain kebutuhan akan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, infrastruktur. Di samping itu, kurangnya kesempatan berusaha, kurangnya akses terhadap informasi, teknologi dan permodalan, budaya dan gaya hidup yang cenderung boros, menyebabkan posisi tawar masyarakat miskin semakin lemah. Pada saat yang sama, kebijakan Pemerintah selama ini kurang berpihak pada masyarakat pesisir sebagai salah satu pemangku kepentingan di wilayah pesisir.

Kemiskinan Masyarakat Pesisir Kabupaten Buru Selatan ditandai oleh tidak menentunya pendapatan yang diperoleh, karena perekonomian masyarakat disana sangat menggantungkan hasil tangkapan laut. pada saat musim angin dan ombak besar tidak jarang para nelayan pulang hanya dengan tangan kosong, sedangkan pada saat cuaca mendukung para nelayan harus bersaing dalam perebutan sumberdaya laut, sehingga pemenuhan standar hidup layak sangat sulit untuk dicapai.

Strategi Pengentasan Kemiskinan Wilayah Pesisir Kabupaten Buru Selatan

Sudah sejak lama kemiskinan dipercaya sebagai sumber utama kesusahan di masyarakat, seperi munculnya penyakit, keterbelakangan mental, kekurangan nutrisi, bahkan terjadinya konflik. Tak mengherankan jika dengan semakin berkembangnya peradaban manusia, dan semakin meningkatnya kesadaran manusia akan pentingnya kesamaan harkat dan martabat manusia, telah menjadikan fenomena kemiskinan sebagai suatu permasalahan yang banyak mendapatkan perhatian lebih.

Sehingga strategi kebijakan pemerintah daerah dalam penanggulangan kemiskinan di wilayah pesisir Kabupaten Buru Selatan harusnya di lihat dari aspek Ekonomi sosial dan SDA sehingga menciptakan kebijakan yang pro terhadap Masyarakat. Sehingga seharusnya strategi yang di ambil adalah.

●Strategi Ekonomi

Pengembangan Usaha Perikanan: Meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengelola usaha perikanan, seperti pembudidayaan ikan, kerang, dan lain-lain.

Pemasaran Hasil Laut: Membantu nelayan memasarkan hasil laut mereka ke pasar yang lebih luas, sehingga meningkatkan pendapatan.

Kredit Usaha: Menyediakan kredit usaha yang mudah diakses oleh nelayan untuk membiayai usaha mereka.

●Strategi Sosial

Pendidikan dan Pelatihan: Menyediakan pendidikan dan pelatihan untuk nelayan dan keluarga mereka, sehingga meningkatkan kemampuan dan kesadaran mereka, .kegagalan pemerintahan berapa tahun terakhir menjadikan persoalan persoalan sosial yang tak selesai.

Kesehatan dan Gizi: Meningkatkan akses ke layanan kesehatan dan gizi yang baik untuk nelayan dan keluarga mereka.

Perlindungan Sosial: Menyediakan perlindungan sosial bagi nelayan dan keluarga mereka, seperti asuransi kesehatan dan bantuan sosial.

●Strategi Lingkungan

Pengelolaan Sumber Daya Alam: Meningkatkan kesadaran dan kemampuan nelayan dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Pengurangan Dampak Lingkungan: Meningkatkan kesadaran dan kemampuan nelayan dalam mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan perikanan.

Pengembangan Ekowisata: Mengembangkan ekowisata di daerah pesisir untuk meningkatkan pendapatan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan.

●Solusi Pemerintahan

Pengembangan Kebijakan: Mengembangkan kebijakan yang mendukung pengembangan usaha perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pengawasan dan Pengendalian: Meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan perikanan untuk mencegah overfishing dan kerusakan lingkungan.

Pengembangan Infrastruktur: Mengembangkan infrastruktur yang mendukung pengembangan usaha perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dan sekaligus penyedian akses perhubungan laut. Antar pulau di buru Selatan.

Dengan implementasi Strategi tersebut, ini menjadi tugas besar pemerintahan baru yang nantinya memimpin Kabupaten Buru Selatan diharapkan kemiskinan masyarakat pesisir Buru Selatan dapat dituntaskan dan kesejahteraan mereka dapat meningkat.

Masyarakat nelayan kabupaten buru Selatan di katakan belum sejahtera menurut kriteria garis kemiskinan dengan menggunakan standart World Bank, sedangkan menurut kriteria garis kemiskinan BPS baik, masyarakat sudah dikatakan sejahtera.artinya ini ada benturan data padahal realita lapangan garis kemiskinan bis akita lihat kehidupan saat ini, Penyebab kemiskinan yang dialami oleh Masyarakat Kabupaten buru Selatan disebabkan oleh tidak menentunya pendapatan yang diperoleh. Karena perekonomian masyarakat sangat bergantung pada hasil tangkapan laut, sehingga rendahanya pendapatan yang diperoleh ini menjadi tugas besar pemerintahan baru untuk meningakatkan pertumbuhan ekonomi lebih baik.

Penulis adalah Anak Muda Bumi Bupolo

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN ULP Maba Sukses Kawal Keandalan Listrik Selama Rangkaian HUT Halmahera Timur 2026

    PLN ULP Maba Sukses Kawal Keandalan Listrik Selama Rangkaian HUT Halmahera Timur 2026

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Haltim,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) ULP Maba berhasil menjaga keandalan pasokan listrik selama seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Halmahera Timur Tahun 2026 yang berlangsung sejak akhir Mei hingga pasca puncak perayaan pada awal Juni 2026. Keandalan listrik yang terjaga membuat seluruh agenda perayaan masyarakat dan pemerintah daerah dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman. General […]

  • Dialog Kebangsaan “Bacarita Kota Ambon for Ambon Pung Bae”, LIRA : Ruang Perkuat Persatuan

    Dialog Kebangsaan “Bacarita Kota Ambon for Ambon Pung Bae”, LIRA : Ruang Perkuat Persatuan

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease menggelar Dialog Kebangsaan “Bacarita Kota Ambon For Ambon Pung Bae”, Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat itu pun mendapatkan respons positif, salah satunya dari Lumbung Informasi Rakyat (LIRA). Ketua LIRA Kota Ambon, Thoriq Kapailu mengatakan, dialog tersebut dinilai menjadi ruang yang penting untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat […]

  • Semarak Hut Malut ke-26, PLN UP3 Sofifi Launching “Home Future by PLN”

    Semarak Hut Malut ke-26, PLN UP3 Sofifi Launching “Home Future by PLN”

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sofifi,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) memastikan keandalan pasokan listrik selama perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Maluku Utara, yang berlangsung pada 8–12 Oktober 2025. Tak hanya menjaga sistem kelistrikan tetap stabil, PLN UIW MMU melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi juga ambil bagian aktif dalam perayaan […]

  • Hari Juang Polri, Sebuah Perjuangan Moral

    Hari Juang Polri, Sebuah Perjuangan Moral

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Komisaris Jenderal Polisi Dr. Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si Tajukmaluku.com– 21 Agustus 1945, empat hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, sebuah peristiwa besar terjadi: Proklamasi Polisi Indonesia oleh Tokubetsu Keisatsu Tai, Kepolisian Istimewa bentukan Jepang di Hindia Belanda. Ini adalah catatan sejarah dan critical point yang hampir terlupakan, namun memiliki arti penting di awal perjuangan berat […]

  • PLN Terus Kebut Siang Malam Perbaiki Jalur Listrik Langsa-Pangkalan Brandan, Penopang Pemulihan Kelistrikan Aceh

    PLN Terus Kebut Siang Malam Perbaiki Jalur Listrik Langsa-Pangkalan Brandan, Penopang Pemulihan Kelistrikan Aceh

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Langsa,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) terus mempercepat upaya pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan yang terdampak banjir di wilayah Aceh. Perbaikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan menjadi kunci untuk pemulihan sistem kelistrikan Aceh. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo turun langsung memimpin percepatan pemulihan sekaligus memastikan seluruh sumber daya PLN dimobilisasi dan bekerja secara maksimal. Ia […]

  • Maluku dalam Ilusi PSN: Kejanggalan Relokasi MIP, Investasi Hilirisasi dan Konsesi Blok Masela, Renggut Paksa Roh RUU Daerah Kepulauan

    Maluku dalam Ilusi PSN: Kejanggalan Relokasi MIP, Investasi Hilirisasi dan Konsesi Blok Masela, Renggut Paksa Roh RUU Daerah Kepulauan

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Rezan S Sangadji (Koordinator DPP HIMAPIKANI) Negeri Bahari dan Rempah Dalam Cengkraman Asing Ada yang lebih mematikan dari kemiskinan ekstrem di Maluku hari ini, ilusi bahwa daerah ini sedang melangkah menuju kemakmuran melalui Proyek Strategis Nasional (PSN), Di bawah bendera investasi dan akselerasi pembangunan, Maluku justru sedang mengalami pendarahan masif, bukan karena perang, tapi […]

expand_less