Tim Dosen Prodi Ilmu Kelautan Unkhair Ternate Berhasil Temukan Ikan Endemik Banggai di Maitara Malut
- account_circle Admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 29
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ternate,Tajukmaluku.com-Seorang dosen dari Universitas Khairun Ternate, Ajiz Siolimbona dikejutkan dengan adanya ikan endemik Banggai saat sedang mencari sampel karang donor untuk tranplantasi, Sabtu (25/4/2026) lalu.
Dijelaskan, awalnya terlihat dari permukaan air ada ikan yang morfologinya mirip ikan endemik Banggai.
Untuk memastikannya Ajiz melakukan penyelaman secara freedive dan benar saja ikan tersebut adalah Ikan langka asal Banggai dengan nama internasional Banggai Cardinal Fish (Pteropogon kauderni).
“Awalnya saya melakukan pengamatan dari permukaan sambil snorkeling. Tanpa sengaja saya melihat seekor ikan yang secara morfologi menyerupai Banggai Cardinal Fish,” ungkapnya.

“Saya kemudian memutuskan melakukan pengecekan ke bawah dengan cara freedive, dan benar saja ternyata itu adalah ikan endemik dari Banggai itu,” imbuhnya.
Setelah terlihat secara visual, Ajiz kemudian mengambil kamera untuk mendokumentasikan temuannya.
Setelah berhasil direkam dengan video, Ajiz kemudian menyampaikan informasi ini kepada dosen lain untuk melihat dan memastikan keberadaan ikan langka yang sedang asik bermain di area karang bercabang (Coral Branching) tersebut.
Terlihat ada puluhan ekor ikan endemik Banggai ini sedang di daerah berkarang kurang dari 2 meter.

Selanjutnya berdasarkan temuan ini, tim dosen dari Program Studi Ilmu Kelautan UNKHAIR berencana akan melakukan penelitian dengan melibatkan mahasiswa mengenai sebaran dan kelimpahan ikan tersebut di alam.
Tim dosen itu diantaranya Abdul Ajiz Siolimbona, Dr. Abdurrahman Baksir, Dr. Nebuchadnezzar Akbar, Dr. Irmalita Tahir, Firdaut Ismail, Ikbal Marus, dan Ridwan Lessy.
Ajiz menyatakan informasi penemuan ikan spesies endemik Banggai ini harus diketahui oleh masyarakat dan pihak-pihak terkait seperti Dinas Perikanan dan juga Balai Konservasi Wilayah Perairan Maluku Utara agar dapat dilakukan sosialisasi serta langkah-langkah perlindungan.

“Apalagi keberadaan ikan tersebut sangat berdekatan dengan Pelabuhan dan pabrik es sehingga dikhawatirkan aktivitas masyarakat yang tak terkontrol akan mengganggu habitat ikan langka tersebut,mengingat status ikan tersebut yang sudah terancam punah sehingga masuk kategori Apendiks II CITES” tutupnya.
Diketahui, selama ini ikan Banggai Cardinal Fish hanya ditemukan di Banggai, Sulawesi Tengah dan di Selat Lembeh, Sulawesi Utara.
Dengan ditemukannya Banggai Cardinal Fish di Maitara maka ini menjadi temuan baru yang berguna untuk mengetahui titik sebaran baru ikan yang pernah menjadi gambar pada prangko POS Indonesia seri ikan hias endemik Indonesia tersebut.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar