Rovik: Aspirasi Reses Harus Dikawal hingga Terealisasi
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 14 Sep 2026
- visibility 16
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rovik Akbar Afifudin, mengatakan aspirasi masyarakat yang dihimpun selama reses harus dikawal hingga ditindaklanjuti melalui program atau kebijakan pemerintah.
Menurut Rovik, warga tidak hanya membutuhkan kehadiran wakil rakyat untuk mendengarkan keluhan, tetapi juga kepastian mengenai tindak lanjutnya.
“Kondisi ekonomi nasional saat ini memang memicu efisiensi anggaran di banyak daerah. Namun, program yang diserap sebelumnya sudah mulai dirasakan manfaatnya. Kehadiran saya hari ini adalah untuk melaporkan apa yang telah dikerjakan, sekaligus mendengar langsung apa yang masih menjadi kebutuhan masyarakat,” kata Rovik, Senin (14/9/2026).
Dalam kunjungan serap aspirasi, warga Dusun Karanjang mengeluhkan masalah air irigasi yang mengganggu kegiatan pertanian. Masyarakat Talaga Pangi menyampaikan kebutuhan akan balai pertemuan dusun, sedangkan warga Taeno Atas mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah.
Rovik juga menyerap aspirasi warga di Lingkungan Satu Galunggung, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, serta kawasan Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe.
Ia mengatakan persoalan di setiap wilayah berbeda sehingga penanganannya perlu disesuaikan. Penentuan skala prioritas, menurut dia, juga harus mempertimbangkan pembagian kewenangan antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi.
Untuk menangani kerusakan jalan di Taeno Atas, Rovik berencana berkoordinasi dengan Wali Kota Ambon agar penanganannya dapat dibagi sesuai kewenangan. Adapun untuk persoalan pertanian, ia mendorong intervensi pada kebutuhan irigasi dan dukungan bagi petani.
Rovik juga menyatakan akan membantu pembangunan fasilitas publik di Talaga Pangi dengan memberikan 60 sak semen sebagai dukungan awal pembangunan balai pertemuan dusun.
“Proposal bantuan di Kesra Pemprov silakan panitia urus. Jika menemui kendala, langsung hubungi saya. Saya ingin mengawal prosesnya dari awal, agar pengerjaannya jelas dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Rovik, keberhasilan reses tidak diukur dari banyaknya aspirasi yang dicatat, melainkan dari sejauh mana kebutuhan masyarakat dikawal hingga masuk ke dalam program pembangunan.
“Yang paling penting adalah aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai catatan. Kita harus kawal sesuai kewenangan, agar ada hasil yang bisa dirasakan masyarakat,” tandasnya.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar