Breaking News
light_mode

Mikroalga: Pahlawan Sunyi Penyelamat Bumi dari Krisis Iklim dan Kerusakan Lingkungan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 206
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Tri Santi Kurnia

(Mahasiswa S3 Biologi UGM || Akademisi UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon)

Tajukmaluku.com-Selama ini kita terlalu sering memusatkan perhatian pada hutan ketika berbicara tentang paru-paru dunia. Kita menanam pohon, mengkampanyekan reboisasi, dan mengkritik deforestasi. Semua itu tentu penting. Namun, ada satu “pahlawan” lain yang luput dari perhatian publik yakni Mikroalga—organisme mikroskopis yang justru bekerja tanpa henti di wilayah yang menutupi 71% permukaan Bumi.

Bumi kerap disebut sebagai planet air. Artinya, sebagian besar kehidupan di planet ini sangat bergantung pada ekosistem perairan. Di dalamnya, mikroalga hidup dan berkembang dalam jumlah yang sangat besar. Organisme kecil ini mampu berfotosintesis seperti tumbuhan darat, menghasilkan oksigen, sekaligus membentuk biomassa.

Jika hutan bekerja di daratan, maka mikroalga bekerja di lautan, sungai, dan danau. Bahkan bisa jadi, kontribusi mereka terhadap produksi oksigen dunia jauh lebih besar dari yang kita bayangkan.

Ironisnya, di tengah meningkatnya deforestasi dan degradasi lingkungan, perhatian terhadap peran mikroalga masih sangat minim. Kita cenderung memandang air hanya sebagai sumberdaya yang bisa dimanfaatkan, bukan sebagai sistem kehidupan yang kompleks. Padahal, di setiap badan air terdapat fondasi rantai makanan yang dimulai dari mikroalga.

Menurut saya, sudah saatnya paradigma kita berubah. Mikroalga bukan sekadar organisme penyebab warna hijau di kolam atau fenomena “blooming” di laut. Mereka adalah produsen utama dalam ekosistem perairan. Tanpa mikroalga, zooplankton tidak memiliki sumber makanan.

Tanpa zooplankton, populasi ikan akan terganggu. Dan pada akhirnya, manusia pun ikut terdampak. Artinya, stabilitas ekosistem global bergantung pada organisme yang bahkan tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang.

Lebih dari itu, mikroalga menawarkan harapan nyata dalam menghadapi krisis iklim. Kita tahu bahwa karbon dioksida (CO₂) adalah salah satu gas rumah kaca utama yang memicu pemanasan global. Mikroalga menggunakan CO₂ sebagai bahan baku fotosintesis. Dengan kata lain, mereka secara alami berfungsi sebagai penyerap karbon.

Langkah konkret sudah mulai dilakukan. Di Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi foto bioreaktor berbasis mikroalga untuk membantu mereduksi emisi karbon. Ini menunjukkan bahwa mikroalga bukan hanya solusi ekologis, tetapi juga solusi teknologi yang aplikatif.

Jika dikembangkan secara masif dan efisien, bukan tidak mungkin mikroalga menjadi salah satu kunci strategi mitigasi perubahan iklim di masa depan.

Selain itu, kemampuan mikroalga dalam menyerap dan menguraikan zat pencemar membuka peluang besar dalam bidang bioremediasi. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Chemosphere (2022) menunjukkan bahwa mikroalga berpotensi efektif dalam mengatasi pencemaran logam berat di perairan.

Ini membuktikan bahwa solusi terhadap kerusakan lingkungan sebenarnya sudah tersedia di alam dan kita hanya perlu mengelolanya dengan bijak.

Bagi saya, yang menjadi persoalan utama bukanlah apakah mikroalga penting atau tidak. Jawabannya jelas: sangat penting. Persoalannya adalah apakah kita mau memberi perhatian, investasi riset, dan kebijakan yang memadai untuk memaksimalkan potensinya.

Kita hidup di era krisis iklim, pencemaran, dan ketidakseimbangan ekosistem. Dalam situasi seperti ini, mengabaikan mikroalga sama saja dengan mengabaikan fondasi sistem kehidupan di perairan. Organisme kecil ini mengajarkan satu hal penting kalau ukuran tidak selalu menentukan dampak. Yang tak terlihat sering kali justru paling menentukan.

Sudah saatnya mikroalga keluar dari bayang-bayang dan diakui sebagai salah satu pilar utama keberlanjutan Bumi. Jika hutan adalah paru-paru daratan, maka mikroalga adalah paru-paru samudra dan mungkin, penyelamat masa depan kita.*

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi Humas–IT Jadikan Maluku Juara di Kemenag Award 2025

    Kolaborasi Humas–IT Jadikan Maluku Juara di Kemenag Award 2025

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Zamhir Azwar Razaad Musaad (Ketua Tim Humas Kanwil Kemenag Maluku || Koordinator Humas Kemenag Kabupaten/Kota se-Maluku) Tajukmaluku.com-Ada satu pelajaran besar yang ditegaskan lewat capaian Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku di ajang Humas Kemenag Award 2025: bahwa tidak ada prestasi besar yang lahir dari kerja individual. Prestasi lahir dari kolaborasi, kolaborasi yang hidup, bernapas, […]

  • DPD KNPI SBB Serahkan Rekomendasi Hasil Dialog Soal MIP ke Gubernur, Diharapkan jadi Bahan Pertimbangan

    DPD KNPI SBB Serahkan Rekomendasi Hasil Dialog Soal MIP ke Gubernur, Diharapkan jadi Bahan Pertimbangan

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPD KNPI Seram Bagian Barat (SBB) secara resmi menyerahkan rekomendasi hasil Dialog Persoalan MIP kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam pertemuan pada Kamis kemarin yang berlangsung di ruang kerja Gubernur, Kantor Gubernur Maluku. Penyerahan rekomendasi tersebut merupakan wujud komitmen kritis dan tanggung jawab moral KNPI SBB dalam mengawal berbagai dinamika pembangunan di Maluku, khususnya yang […]

  • Dari Pingitan ke Peradaban: Kartini dalam Dua Wajah

    Dari Pingitan ke Peradaban: Kartini dalam Dua Wajah

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Olivia Ch. Salampessy Wakil Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Sambil menikmati hangatnya teh hijau di pagi hari, saya menyempatkan diri membaca lembar demi lembar buku R.A. Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang – Door Duisternis Tot Licht, yang berisi surat-surat beliau. Membayangkan Kartini, seorang gadis remaja di usia dua belas tahun […]

  • PLN UIW MMU dan Kopdes Merah Putih Dorong Optimalisasi UMKM dan Elektrifikasi Desa di Maluku Utara

    PLN UIW MMU dan Kopdes Merah Putih Dorong Optimalisasi UMKM dan Elektrifikasi Desa di Maluku Utara

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Halut,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan rasio elektrifikasi dan pemberdayaan masyarakat desa di Maluku Utara. General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, menyampaikan bahwa listrik memiliki peran strategis dalam mendorong produktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi desa. […]

  • Sinergi Pemkot Ambon dan PLN UIW MMU, Dorong Pelayanan Kelistrikan dan Investasi Daerah

    Sinergi Pemkot Ambon dan PLN UIW MMU, Dorong Pelayanan Kelistrikan dan Investasi Daerah

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com–Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena melakukan kunjungan resmi ke Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) sebagai bentuk penguatan koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan penyedia layanan kelistrikan. Pertemuan yang dilakukan pada Jumat (4/7/2025) ini menandai komitmen bersama dalam menjadikan kelistrikan sebagai tulang punggung pembangunan dan daya tarik […]

  • Animo Warga Tinggi Sambut Pasar Murah Terang Berkah Ramadan di Ternate, 1.000 Paket Sembako Ludes Terjual

    Animo Warga Tinggi Sambut Pasar Murah Terang Berkah Ramadan di Ternate, 1.000 Paket Sembako Ludes Terjual

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ternate,Tajukmaluku.com-PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) sukses menggelar pasar murah ‘Terang Berkah Ramadan’ di Ternate, Jumat (14/3/2025) kemarin. Masyarakat tampak menunjukkan minat dan antusiasmenya terhadap pasar murah ‘Terang Berkah Ramadan’ ini. Mereka bahkan telah mengantre lebih awal dari jadwal yang ditentukan, yakni pukul 06.00 WIT. Mereka yang sudah berada di pelataran […]

expand_less