Breaking News
light_mode

Pesantren Sebagai Benteng Nasionalisme Bangsa

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
  • visibility 703
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Masyhuri Maswatu

(Wasekjen Pimpinan Pusat GP ANSOR)

Tajukmaluku.com-Sejarah pendidikan Islam di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perkembangan pesantren sebagai lembaga pendidikan tradisional yang telah berdiri sejak lama. Pesantren adalah lembaga pendidikan khas di Nusantara, berakar dari tradisi Islam yang berkembang di Nusantara sejak abad ke-13.

Ketika Islam mulai menyebar melalui jalur perdagangan, dakwah, dan asimilasi budaya lokal. Pesantren bukan hanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran agama, tetapi juga sebagai pusat pengembangan masyarakat dan pergerakan sosial.

Pada masa kolonial, pesantren memainkan peran strategis dalam melestarikan ajaran Islam dan budaya lokal di tengah upaya Belanda memperkenalkan sistem pendidikan Barat. Pendidikan di pesantren tidak hanya fokus pada ilmu- ilmu agama seperti tafsir, hadis, fiqh, dan tasawuf, tetapi juga membentuk karakter, etika, dan semangat kemandirian di kalangan santri (murid). Selain itu, pesantren turut mencetak tokoh-tokoh yang berperan penting dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Secara historis tidak bisa dipungkiri bahwa pesantren yang merupakan warisan berharga dari Wali Songo, yang kemudian dilanjutkan oleh para kyai Nahdliyin. Sampai saat ini, kian “mendarah daging” dan memiliki peranan penting dalam pembentukan sikap keagamaan masyarakat yang multikultur. Sehingga outputnya bisa melahirkan generasi yang ikut serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terdiri dari ragam suku, agama, budaya, dan bahasa. Dengan demikian, sebagaimana yang diungkapkan oleh Nurcholish Madjid, pesantren yang ada di Nusantara, tidak hanya identik dengan makna keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous).

Lebih jauh lagi, eksistensi dan kiprah pesantren di Indonesia telah diakui di panggung nasional, pesantren telah mampu mencetak generasi yang turut serta membangun kemajuan dan mempertahankan kedaulatan bangsa.

Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN) adalah sebagai bukti dan isyarat (sign) secara formal dan nasional bahwa pesantren itu ada dan kedudukannya sehingga kontribusi pesantren di Indonesia telah melintasi batas-batas ruang sosial dan keagamaan.

Pesantren tidak hanya mengurusi ruang ritual keagamaan semata, lebih dari itu mampu mengambil peran penting untuk senantiasa merawat tanah air, agar tidak terus menerus dieksploitasi orang-orang asing dari dari serangan pribumi yang hendak menghancurkan kebhinekaan.

Dengan demikian, pandangan fungsi pesantren jangan hanya berkutat di transmisi-transfer ilmu-ilmu Islam, pemeliharaan tradisi Islam, dan reproduksi ulama semata, sudah terjawab oleh fakta yang menunjukkan bahwa pesantren mampu bersaing dan berkontribusi secara lebih luas.

Pesantren dalam Membangun Moralitas Nasionalisme Bangsa

Membangun karakter bangsa merupakan hal penting dan mendesak untuk dilakukan. Setidaknya ada tiga alasan yang menjadikan tindakan membangun karakter bangsa menjadi penting. Pertama, Bangsa Indonesia telah mengalami babak perkembangan yang dipengaruhi oleh kehidupan global dan dikenal dengan era disrupsi yang sangat berpengaruh pada tatanan kehidupan masyarakat. Kedua, dari sisi mentalitas, bangsa Indonesia masih perlu membenahi diri. Ketiga, secara bersamaan, bangsa ini memasuki era informasi sekaligus era reformasi.

Era ini membawa perubahan yang sangat drastis pada atmosfer politik bangsa dengan kebebasan berpendapat yang jauh berbeda dengan era sebelumnya. Kemudian pesantren digunakan sebagai pemersatu dan memperkuat rasa nasionalisme dan kebangsaan. Adanya penerapan Full Day School (FDS) yang saat ini sedang digembor-gemborkan pemerintah merupakan sumber acuan dari penerapan pendidikan pesantren.

Jika FDS sedang marak digencarkan sebagai perbaikan sistem pendidikan nasional di Indonesia, maka pesantren telah menerapkannya lebih dulu hingga sekarang. Bahkan dalam pembelajaran di pesantren, para santri tidak hanya mengikuti full day school bahkan juga pada waktu malam, dengan syarat para santri harus bermukim atau bertempat tinggal di pesantren tersebut.

Selaras dengan kemajuan globalisasi dan teknologi informasi yang bertambah pesat hingga saat ini, semakin pudar pula identitas bangsa, karakter, dan nilai-nilai ke-Indonesiaan, seperti sopan santun, optimisme, kerja keras, gotong royong, bahkan prinsip-prinsip toleransi sesama manusia. Hal ini disebabkan tidak adanya filterisasi berita yang masuk karena kemajuan teknologi informasi melalui media-media sosial yang tersebar.

Dengan demikian, pola pendidikan pesantren dianggap mampu digunakan sebagai kiblat pendidikan alternatif, maka sudah semestinya berkembang dan tetap memberikan harapan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Karena pola pendidikan pesantren masih mengadopsi tradisi pendidikan tradisional khas Indonesia, sehingga terdapat nilai-nilai karakter yang terbangun dari model pembelajarannya serta nilai keikhlasan dari pendidik dan juga peserta didik. Hal ini dapat dijadikan dasar dalam menepis anggapan bahwa pesantren sebagai agen penularan radikalisme dan terorisme.

Kekayaan terbesar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tidak hanya terbatas pada keindahan alam dan masyarakatnya yang dikenal sopan santun serta menjunjung tinggi adat ketimuran, akan tetapi memiliki kekayaan budaya yang khas, yaitu pesantren itu sendiri. Sehingga, pesantren khas Islam Indonesia tidak akan ditemukan di negara-negara manapun, termasuk negara-negara yang mayoritas muslim sekalipun. Oleh karena itu, tradisi yang ada di dalam pesantren tersebut wajib dikembangkan demi terciptanya masyarakat yang beradab.*

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Audiensi dengan Komisi III DPRD, KNPI Maluku Minta Pengawalan Dana Pinjaman SMI Rp1,5 Triliun

    Audiensi dengan Komisi III DPRD, KNPI Maluku Minta Pengawalan Dana Pinjaman SMI Rp1,5 Triliun

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPD KNPI Maluku meminta adanya pengawalan ketat terkait alokasi dana pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Rp 1,5 triliun yang difokuskan pada pembangunan infrastruktur. Itu disampaikan dalam audiensi bersama Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wadjo, Senin (1/12/2025). Ketua KNPI Maluku, Arman Kalean, menegaskan bahwa Komisi III perlu melakukan pengawasan ketat terhadap proses pembahasan Ranperda […]

  • Ambil Sumpah/Janji 1.322 PNS Baru, Wamen Ossy: Awal Mulainya Tanggung Jawab ASN

    Ambil Sumpah/Janji 1.322 PNS Baru, Wamen Ossy: Awal Mulainya Tanggung Jawab ASN

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, mengambil sumpah/janji 1.322 Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru serta melantik 212 Pejabat Fungsional (Jabfung) di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Rabu (10/06/2026). Pengambilan sumpah/janji sekaligus pelantikan ini bukan sekadar seremoni, namun menjadi titik mula seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengabdi […]

  • Kantor Pertanahan Buru Selatan Terima Kunjungan Kerja Kanwil BPN Maluku

    Kantor Pertanahan Buru Selatan Terima Kunjungan Kerja Kanwil BPN Maluku

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Namrole,Tajukmaluku.com-Kantor Pertanahan Kabupaten Buru Selatan menerima kunjungan kerja Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Maluku, Selasa (30/6/2026). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Buru Selatan, Kuswandono bersama jajaran pejabat pengawas sebagai bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja serta pelayanan pertanahan di […]

  • Harga Minyak Tanah Tembus Rp14.000: Kepanikan Warga atau Gagalnya Disperindag Maluku?

    Harga Minyak Tanah Tembus Rp14.000: Kepanikan Warga atau Gagalnya Disperindag Maluku?

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kelangkaan minyak tanah yang melanda 11 kabupaten/kota di Maluku terus menjadi mimpi buruk bagi masyarakat. Harga bahan bakar rumah tangga ini meroket hingga Rp14.000 per liter, menyisakan keresahan yang mendalam di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit. Namun, alih-alih memberikan solusi konkret, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku sewaktu rapat bersama DPRD justru […]

  • PPIH EHA Maluku Kolaborasi Bersama Kemenag Kota Ambon Gelar Manasik Haji, Ka.Kanwil Isyaratkan Panitia Haji Tentang Pelayanan Terbaik

    PPIH EHA Maluku Kolaborasi Bersama Kemenag Kota Ambon Gelar Manasik Haji, Ka.Kanwil Isyaratkan Panitia Haji Tentang Pelayanan Terbaik

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Maluku berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama Kota Ambon mengambil langkah awal untuk menyiapkan jemaah calon haji secara spiritual dan teknis. Langkah persiapan dengan melibatkan sebanyak 324 jemaah calon haji asal Kota Ambon dalam program manasik haji di Arama Haji EHA Maluku ini juga digelar serentak […]

  • Suherman Ura Ditetapkan sebagai Ketum Hetu Upu Ana, Eliza De Lima jadi Sekretaris Umum

    Suherman Ura Ditetapkan sebagai Ketum Hetu Upu Ana, Eliza De Lima jadi Sekretaris Umum

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Musyawarah Besar Luar Biasa (Muslub) Hetu Upu Ana (HUA) telah menetapkan Suherman Ura sebagai Formatur Ketua Umum dan Eliza De Lima sebagai Sekretaris Umum.Muslub berlangsung di Aula Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Ambon. Dalam sambutannya, Suherman Ura menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang diterimanya.Suherman juga menegaskan komitmennya untuk membawa HUA menjadi organisasi penggerak perubahan […]

expand_less