Breaking News
light_mode

Penumpang Keluhkan Layanan KM Pangrango: Banyak Kecoa dan Ruangan Pengap

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
  • visibility 364
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com-Salah satu penumpang, Putri Hastari keluhkan pelayanan di KM. Pangrango yang melayani rute Ambon-Banda Neira.

Pasalnya, saat berlayar menggunakan kapal milik PT Pelni tersebut, terdapat hal-hal yang cukup mengganggu kenyamanan selama berlayar. Seperti banyaknya kecoa yang berkeliaran di dalam kapal serta ruangan yang panas dan pengap.

“Kecoa kecil terlihat di sekitar tempat tidur, di barang-barang penumpang, bahkan di makanan yang kami bawa. Ini membuat perjalanan terasa menjijikkan dan sangat tidak nyaman,” ujar mahasiswi Magister Pascasarjana Universitas Pattimura Ambon itu.

Ia menyebut kecoa ditemukan di berbagai sudut kapal, mulai dari dek bawah hingga sela-sela lampu dan pagar kapal.

Kondisi itu disebutnya mencerminkan minimnya perhatian terhadap kebersihan ruang publik di atas kapal. Selain itu, sepanjang pelayaran, penumpang harus menahan kondisi ruangan yang panas karena fasilitas pendingin udara tidak tersedia secara merata.

“Hanya beberapa dek saja yang menggunakan AC. Sebagian besar ruangan terasa sangat panas dan pengap. Banyak penumpang mengeluhkan hal yang sama,” ucap Putri.

Ia mendesak PT Pelni sebagai operator untuk segera melakukan pembenahan terhadap standar kebersihan dan kenyamanan kapal, terutama karena KM Pangrango merupakan satu-satunya jalur laut reguler yang menghubungkan Ambon dan Banda Neira.

“Kami berharap Pelni tidak mengabaikan kenyamanan dan hak dasar penumpang. Kapal ini akses vital bagi warga Banda,” tegasnya.* (03-M)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Filsafat Bunuh Diri: “Matilah Sebelum Mati”

    Filsafat Bunuh Diri: “Matilah Sebelum Mati”

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ali Fakar Lessy Ambon,Tajukmaluku.com-Falsafah, sebagai pandangan hidup yang mendalam, kerap menjadi cermin dari pergulatan manusia dengan realitas yang ia hadapi. Dalam konteks ini, falsafah bunuh diri tidak dilihat sebagai tindakan fisik untuk mengakhiri hidup, melainkan sebuah konsep metafisik yang mengajak manusia untuk merenungkan kembali hakikat keberadaan mereka. “Matilah sebelum mati” adalah seruan transendental […]

  • KNPI: Gerakan HMI MPO Cabang Jakarta Raya Terkesan Ditunggangi

    KNPI: Gerakan HMI MPO Cabang Jakarta Raya Terkesan Ditunggangi

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Buru,Tajukmaluku.com– Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Buru, Almuhajir Sipiel Miru, mengecam rencana demonstrasi yang akan dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Jakarta Raya. Menurutnya, aksi tersebut tidak memiliki landasan kajian yang kuat serta cenderung membawa kepentingan tertentu yang bisa mengganggu stabilitas daerah. “Kami melihat bahwa gerakan ini bukanlah aksi yang lahir dari […]

  • Pemkot Tual Tampil Epik di Munas VII APEKSI 2025

    Pemkot Tual Tampil Epik di Munas VII APEKSI 2025

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Surabaya,Tajukmaluku.com-Pemerintah Kota Tual tak mau menyia-nyiakan kesempatan dalam Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (MUNAS-APEKSI) ke VII yang berlangsung di Surabaya. Pada 6-10 Mei 2025. Seluruh agenda yang disiapkan Pemerintah Kota Surabaya sebagai tuan rumah pelaksanaan Munas APEKSI ke VII dimanfaatkan dengan sungguh oleh Pemerintah Kota Tual untuk meningkatkan nilai tambah Tual dimata masyarakat […]

  • Sengketa Tanah dan Raja di Maluku, Naskah Kolonial Perlu Diuji

    Sengketa Tanah dan Raja di Maluku, Naskah Kolonial Perlu Diuji

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sejumlah naskah kolonial berbahasa Belanda kembali mencuat dalam pelbagai sengketa tanah dan saling klaim raja di Maluku. Dokumen-dokumen lama itu kerap dijadikan dasar legitimasi oleh pihak-pihak tertentu, tanpa melalui pengujian metodologis yang memadai. Akibatnya, pro-kontra antarsesama ahli waris maupun antar mata rumah terus berulang. Informasi yang dianggap sejarah itu, lalu dijadikan sebagai alat pembenaran, bukan […]

  • Paripurna Nota Kesepahaman KUA-PPAS Perubahan APBD 2025, Ini Deretan Cacatan Penting Banggar DPRD Maluku

    Paripurna Nota Kesepahaman KUA-PPAS Perubahan APBD 2025, Ini Deretan Cacatan Penting Banggar DPRD Maluku

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-DPRD Provinsi Maluku menggelar rapat paripurna pertama masa sidang I tahun sidang 2025-2026, Selasa (23/9/2025). Paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, resmi dibuka dengan dihadiri 35 anggota dewan, sementara 5 anggota lainnya izin, dan sebagian tidak menyampaikan keterangan. Agenda utama rapat paripurna tersebut adalah penandatanganan nota kesepakatan terhadap Kebijakan Umum […]

  • Murahnya Aktivis Maluku: Ngutang Sound System jadi Alasan Demonstrasi Batal

    Murahnya Aktivis Maluku: Ngutang Sound System jadi Alasan Demonstrasi Batal

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com– Kegiatan demonstrasi yang dilakukan sebagian aktivis Maluku dinilai merusak kredebilitas organisasi di mata publik. Beberapa hari sebelum dilakukan aksi demonstrasi, biasanya diawali dengan flayer digital yang disebar luas melalui grup-grup WhatsApp dan media sosial. Sekilas, flayer yang beredar itu terlihat sangar dan menakutkan. Dengan latar merah, huruf kapital tebal, dan kutipan beberapa tokoh kiri […]

expand_less