Breaking News
light_mode

Pentingnya Tukin: Dosen Kelas Menengah, Miskin.

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
  • visibility 233
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com– Di masa yang jauh, dari bawa cakrawala bendera Republik Roma, dihadapan orang-orang yang juga dihadiri tak kurang dari 600 senator, dengan nadah geram Marcus Tullius Cicero melontarkan tanya retoriknya “Quo usque tandem abutere, Catalina, patientia nostra” ? “sampai kapan kau akan menguji kesabaran kami”?. Dengan pesonanya yang kuat, Cicero mengutuk konspirasi busuk Catalina yang haus akan kuasa 63. SM. 

Dosen Kelas Menengah Miskin

Menjadi seorang dosen kementerian Kemendikti Saintek yang tergolong sebagai kelas menengah atau mungkin miskin, memang susah. data terakhir menampilkan daya beli kelompok menengah bawah kian tergerus. MSI atau Mandiri Spending Index menunjukan angka proses untuk Groceries (bahan makan) meningkat dari 13,9 persen menjadi 27,4 persen dari total pengeluaran. Kendati memang persoalan mendeskripsikan posisi dosen sebagai kelas menengah tentu bisa menjadi perdebatan. atau setidaknya dalam mendefinisikan kelas menengah. 

Namun World Bank atau bank dunia setidaknya memiliki pendefinisian “kelas menengah” sebagai klister masyarakat dengan pengeluaran (sebagai proksi pendapatan) pada kisaran 3,5-17 persen di atas garis kemiskinan, dengan garis kemiskinan sekitar 550.000, maka mereka dengan pengeluaran sekitar 1,9 juta – 9,3 per bulan masuk kategori kelas menengah. 

 Problemnya hukum engel mengajarkan: semakin rendah pendapatan seseorang, semakin besar porsi konsumsi makanan dalam total pengeluarannya. artinya jika pendapatan seorang dosen hanya 2,6 juta -3 juta sementara konsumsi makanan tetap, maka konsumsi makanan dalam total pengeluarannya akan meningkat. Sehingga kenaikan porsi makanan dari total belanja pendapatannya mencerminkan daya beli yang semakin tergerus. Hidup menjadi dosen memang sulit kita butuh keterampilan dan skill khusus untuk menganggap belanja hemat sebagai prestasi. 

Pentingnya Tukin Untuk Dosen

Lugasnya fakta hasil penelitian serikat pekerja kampus atau SPK yang beranggotakan takuran dari 400 dosen dan tenaga pendidik  di perguruan tinggi menerbitkan Policy Brief,  dengan tajuk Gaji minimum, Beban kerja Maksimum, dari pernyataannya dan hasilnya bahwa kesejahteraan dosen masih jauh dari kata sejahtera.

 Situasi ini akhirnya memaksa para dosen mulai berakrobatik mengambil pekerjaan-pekerjaan sambilan (76 persen responden) guna mendapatkan penghasilan sampingan, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Akibatnya, fokus mereka pada tanggung jawab sebagai pengajar berkurang dan kualitas pengajaran kepada para mahasiswa pun penurun.

Sebagaimana Ibu Ekfindar Dillan, yang merupakan seorang dosen di universitas Musamus Merauke, yang mengaku dengan angka gaja yang menyentuh 3 juta-an  untuk hidup di papua tidaklah cukup, sebagai seorang perantau ia harus membayar kos dikisaran 1,8 juta per bulan, belum cicilan rumah KPR, kalau bergantung pada gaji, minus. sehingga beliau memilih untuk menjadi guru les. untuk memenuhi tambahan sehari-hari konsumsi makan 500.000 per bulan bahkan ada beberapa dosen yang memilih untuk menjadi tukang ojek untuk menambah tambahan kehidupan sehari-hari. jika demikian masih menarikkah menjadi dosen di Indonesia ? 

 Sehingga urgensi dari adanya tukin untuk dosen bukan hanya untuk memenuhi hak pribadi, melainkan investasi penting untuk menciptakan masa depan bangsa, sekaligus juga memberikan jaminan pendidikan yang berkualitas bagi generasi Indonesia menuju Indonesia emas. Memang Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kepmendikbud Ristek) No. 447/P/2024. 2024 telah menetapkan pemberian Tunjangan Kinerja (Tukin) bagi dosen ASN Kemendikti Saintek. namun sampai hari ini hal itu belum terealisasikan. dengan demikian jika hal ini pun tak kunjung, pertanyaan retorik Cicero dua milenium silam agaknya relevan diajukan: “Wahai para penguasa, sampai kapan engkau akan menguji kesabaran kami?” 

Abe Yanlua

Penulis adalah Akademisi Universitas Pattimura Ambon 

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sukses Gelar Energize Sport Fest PLN UP3 Ambon Ajak Masyarakat Bergerak Aktif, Kreatif, dan Peduli Lingkungan

    Sukses Gelar Energize Sport Fest PLN UP3 Ambon Ajak Masyarakat Bergerak Aktif, Kreatif, dan Peduli Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Dalam semarak bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui PLN UP3 Ambon sukses menggelar PLN Energize Sport Fest, sebuah lomba senam kreasi lagu daerah “Tabola-bole” di Mall Ambon City Center, Sabtu (23/8/2025). Senam bertema Move With Energy berlangsung meriah dengan diikuti oleh sebanyak 22 tim peserta. Mereka […]

  • Ini 5 Poin Hasil Audiensi IDI Maluku dengan Kapolda

    Ini 5 Poin Hasil Audiensi IDI Maluku dengan Kapolda

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Maluku meminta Kepolisian Daerah Maluku melibatkan organisasi profesi dokter dalam setiap dugaan pelanggaran hukum dan etik sebelum masuk ke Majelis Disiplin Profesi. Permintaan ini disampaikan langsung kepada Kapolda Maluku dalam audiensi di Markas Polda Maluku, Kamis (5/2/2026). Ketua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Maluku, dr. Saleh Tualeka, menegaskan bahwa keterlibatan organisasi […]

  • Kurun Waktu 3 Tahun, Kabinda Maluku Aktif Cegah Konflik

    Kurun Waktu 3 Tahun, Kabinda Maluku Aktif Cegah Konflik

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Kritik terhadap kinerja Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) Maluku terkesan parsial, tendensius dan tidak memiliki dalil yang mendesar. Wakil Ketua DPD KNPI Maluku, Faisal Marasabessy menilai, tuduhan kepada kerja-kerja Kabinda tidak berdiri di atas pijakan analisis yang kuat, dan justru cenderung mengabaikan kompleksitas dinamika keamanan di Maluku. “Kritik sah dalam demokrasi. Tapi menuding Kabinda […]

  • Alhidayat Wajo Kritik Pola Kerja OPD Tak Inovatif Sebabkan PAD Belum Maksimal

    Alhidayat Wajo Kritik Pola Kerja OPD Tak Inovatif Sebabkan PAD Belum Maksimal

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo mengkritik pola kerja OPD yang dinilai tak inovatif. Menurutnya, hal itu sebabkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2025 yang belum maksimal. PAD yang ditargetkan sebesar Rp800 miliar lebih, dan hanya dapat terealisasi sebesar Rp. Rp600 miliar. Alhidayat Wajo memastikan, akan memperketat fungsi pengawasan di tahun 2026, terutama […]

  • KKNP-PTLP Tematik Tahun 2026 Berakhir, Pengalaman Lapangan Jadi Best Practice Taruna/i Poltek Agraria STPN

    KKNP-PTLP Tematik Tahun 2026 Berakhir, Pengalaman Lapangan Jadi Best Practice Taruna/i Poltek Agraria STPN

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yogyakarta,Tajukmaluku.com-Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Andi Tenri Abeng, secara resmi menutup sekaligus menerima kembali 619 taruna/i peserta Kuliah Kerja Nyata Pertanahan-Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) Tematik Politeknik Agraria STPN Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (13/07/2026) di Pendopo Widya Sasana Bhumi, Politeknik […]

  • Desa Pancoran Teraliri Listrik, Wujud PLN Pemerataan Akses Energi di Kepulauan

    Desa Pancoran Teraliri Listrik, Wujud PLN Pemerataan Akses Energi di Kepulauan

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Taliabu Barat,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemerataan akses energi hingga ke wilayah kepulauan dan pelosok Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui suksesnya penyalaan listrik di Desa Pancoran, Kecamatan Taliabu Barat, yang selama ini belum sepenuhnya mendapatkan layanan kelistrikan. Penyalaan yang dilaksanakan oleh UP3 Ternate dan […]

expand_less