Breaking News
light_mode

Pentingnya Tukin: Dosen Kelas Menengah, Miskin.

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
  • visibility 249
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ambon,Tajukmaluku.com– Di masa yang jauh, dari bawa cakrawala bendera Republik Roma, dihadapan orang-orang yang juga dihadiri tak kurang dari 600 senator, dengan nadah geram Marcus Tullius Cicero melontarkan tanya retoriknya “Quo usque tandem abutere, Catalina, patientia nostra” ? “sampai kapan kau akan menguji kesabaran kami”?. Dengan pesonanya yang kuat, Cicero mengutuk konspirasi busuk Catalina yang haus akan kuasa 63. SM. 

Dosen Kelas Menengah Miskin

Menjadi seorang dosen kementerian Kemendikti Saintek yang tergolong sebagai kelas menengah atau mungkin miskin, memang susah. data terakhir menampilkan daya beli kelompok menengah bawah kian tergerus. MSI atau Mandiri Spending Index menunjukan angka proses untuk Groceries (bahan makan) meningkat dari 13,9 persen menjadi 27,4 persen dari total pengeluaran. Kendati memang persoalan mendeskripsikan posisi dosen sebagai kelas menengah tentu bisa menjadi perdebatan. atau setidaknya dalam mendefinisikan kelas menengah. 

Namun World Bank atau bank dunia setidaknya memiliki pendefinisian “kelas menengah” sebagai klister masyarakat dengan pengeluaran (sebagai proksi pendapatan) pada kisaran 3,5-17 persen di atas garis kemiskinan, dengan garis kemiskinan sekitar 550.000, maka mereka dengan pengeluaran sekitar 1,9 juta – 9,3 per bulan masuk kategori kelas menengah. 

 Problemnya hukum engel mengajarkan: semakin rendah pendapatan seseorang, semakin besar porsi konsumsi makanan dalam total pengeluarannya. artinya jika pendapatan seorang dosen hanya 2,6 juta -3 juta sementara konsumsi makanan tetap, maka konsumsi makanan dalam total pengeluarannya akan meningkat. Sehingga kenaikan porsi makanan dari total belanja pendapatannya mencerminkan daya beli yang semakin tergerus. Hidup menjadi dosen memang sulit kita butuh keterampilan dan skill khusus untuk menganggap belanja hemat sebagai prestasi. 

Pentingnya Tukin Untuk Dosen

Lugasnya fakta hasil penelitian serikat pekerja kampus atau SPK yang beranggotakan takuran dari 400 dosen dan tenaga pendidik  di perguruan tinggi menerbitkan Policy Brief,  dengan tajuk Gaji minimum, Beban kerja Maksimum, dari pernyataannya dan hasilnya bahwa kesejahteraan dosen masih jauh dari kata sejahtera.

 Situasi ini akhirnya memaksa para dosen mulai berakrobatik mengambil pekerjaan-pekerjaan sambilan (76 persen responden) guna mendapatkan penghasilan sampingan, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Akibatnya, fokus mereka pada tanggung jawab sebagai pengajar berkurang dan kualitas pengajaran kepada para mahasiswa pun penurun.

Sebagaimana Ibu Ekfindar Dillan, yang merupakan seorang dosen di universitas Musamus Merauke, yang mengaku dengan angka gaja yang menyentuh 3 juta-an  untuk hidup di papua tidaklah cukup, sebagai seorang perantau ia harus membayar kos dikisaran 1,8 juta per bulan, belum cicilan rumah KPR, kalau bergantung pada gaji, minus. sehingga beliau memilih untuk menjadi guru les. untuk memenuhi tambahan sehari-hari konsumsi makan 500.000 per bulan bahkan ada beberapa dosen yang memilih untuk menjadi tukang ojek untuk menambah tambahan kehidupan sehari-hari. jika demikian masih menarikkah menjadi dosen di Indonesia ? 

 Sehingga urgensi dari adanya tukin untuk dosen bukan hanya untuk memenuhi hak pribadi, melainkan investasi penting untuk menciptakan masa depan bangsa, sekaligus juga memberikan jaminan pendidikan yang berkualitas bagi generasi Indonesia menuju Indonesia emas. Memang Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kepmendikbud Ristek) No. 447/P/2024. 2024 telah menetapkan pemberian Tunjangan Kinerja (Tukin) bagi dosen ASN Kemendikti Saintek. namun sampai hari ini hal itu belum terealisasikan. dengan demikian jika hal ini pun tak kunjung, pertanyaan retorik Cicero dua milenium silam agaknya relevan diajukan: “Wahai para penguasa, sampai kapan engkau akan menguji kesabaran kami?” 

Abe Yanlua

Penulis adalah Akademisi Universitas Pattimura Ambon 

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Animo Pemudik EV Diprediksi Meningkat saat Idulfitri 1446 H, PLN Siapkan 1.000 Unit SPKLU di Jalur Trans Jawa-Sumatra

    Animo Pemudik EV Diprediksi Meningkat saat Idulfitri 1446 H, PLN Siapkan 1.000 Unit SPKLU di Jalur Trans Jawa-Sumatra

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta,Tajukmaluku.com-PT PLN (Persero) memastikan kelancaran perjalanan pemudik kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) pada momen Idulfitri 1446 Hijriah dengan menghadirkan 1.000 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur mudik Trans Jawa-Sumatra, tersebar di 615 lokasi strategis dan dilengkapi personel siaga 24 jam nonstop. Direktur Retail dan Niaga PLN, Edi Srimulyanti menyampaikan, keberadaan SPKLU di berbagai […]

  • Mourits Tamaela Kembali Pimpin NasDem Kota Ambon

    Mourits Tamaela Kembali Pimpin NasDem Kota Ambon

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Ketua DPD Partai NasDem Kota Ambon, Mourits Tamaela, kembali dipercaya memimpin partai besutan Surya Paloh itu untuk lima tahun ke depan. Penetapan tersebut menegaskan konsistensi kepercayaan DPW NasDem Maluku di bawah kepemimpinan Hamdani Laturua, sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas capaian kinerja NasDem Kota Ambon pada periode sebelumnya. Dalam sambutannya Mourits menyampaikan terima kasih kepada seluruh […]

  • Siapkan Ekspedisi Pengabdian Masyarakat di Pulau Sjahrir, CDT Soroti Krisis Air Bersih

    Siapkan Ekspedisi Pengabdian Masyarakat di Pulau Sjahrir, CDT Soroti Krisis Air Bersih

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Malteng,Tajukmaluku.com-Komunitas Cahaya Dari Timur (CDT) merintis langkah awal untuk pelaksanaan Ekspedisi Negeri Pengabdian Masyarakat (ENPM) Volume I di Pulau Sjahrir, RT 004, Negeri Administratif Selamon, Kecamatan Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Rencana ekspedisi ini diproyeksikan berlangsung pada Agustus 2025. Dalam kunjungan resmi pada Selasa, 22 April 2025 lalu, rombongan CDT diterima langsung oleh Kepala Pemerintahan […]

  • Bentrok Tial – Tulehu, Wakil Ketua DPRD Maluku Azis Sangkala Serukan Perdamaian

    Bentrok Tial – Tulehu, Wakil Ketua DPRD Maluku Azis Sangkala Serukan Perdamaian

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Wakil Ketua DPRD Maluku, Abdullah Azis Sangkala serukan perdamaian kepada seluruh warga di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Terkhusus untuk Desa Tulehu dan Desa Tial yang terlibat bentrokan. “Ini adalah seruan perdamaian untuk kedua belah pihak bisa segera berdamai, itu yang kami harapkan,” kata Sangkala, Rabu (2/4/2025). Menurutnya, biarkan kejadian itu selanjutnya berproses sesuai aturan […]

  • Kota Tual Bidik Produksi Garam Nasional, Walikota Jajaki Teknologi Geomembran

    Kota Tual Bidik Produksi Garam Nasional, Walikota Jajaki Teknologi Geomembran

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Sesuai Perpres Nomor 17 Tahun 2025, Pemerintah Kota Tual menetapkan percepatan pembangunan pergaraman nasional sebagai salah satu program prioritas. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan potensi daerah dimana kota Tual sendiri yang dikelilingi laut bersalinitas tinggi, air laut bersih, dan kebutuhan garam yang cukup besar—sekitar 6 ton per bulan untuk konsumsi rumah tangga dan 45 ton […]

  • Sebanyak 3.300 RT Tidak Mampu di Maluku Nikmati Pasokan Listrik

    Sebanyak 3.300 RT Tidak Mampu di Maluku Nikmati Pasokan Listrik

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ambon,Tajukmaluku.com-Anggota Komisi VII, DPR RI Mercy Christy Barends mengatakan hingga akhir tahun 2024 ini, terdapat sebanyak 3.300 rumah tangga (RT) yang akan menikmati pasokan listrik dari Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Politisi PDI-Perjuangan Maluku ini mengatakan, Program BPBL ini merupakan program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang bersinergi dengan DPR RI. “Program […]

expand_less