Gelar Pahlawan Nasional A.M Sangadji ada di Tangan Presiden Prabowo
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
- visibility 1.085
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ambon,Tajukmaluku.com-Menjelang penetapan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tahun 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Keputusan Presiden (Keppres), satu nama besar dari Maluku kembali mencuat: Abdoel Moerhalib Sangadji, pejuang perintis kemerdekaan Republik Indonesia yang dikenal dengan julukan “Jago Toea.”
Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Sosial telah kembali mengusulkan nama A.M. Sangadji beberapa bulan lalu. Proses pengusulan itu mengikuti seluruh tahapan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, dan dinyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan, baik umum maupun khusus.
Tahun lalu, nama A.M. Sangadji sudah masuk dalam daftar Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (DGTK) bersama sejumlah pejuang nasional lainnya. Kini, proses itu tinggal menunggu keputusan akhir di tingkat Presiden.
Kamil Mony, Founder Abdoel Moethalib Sangadji Institute (AMS Institute), memastikan seluruh berkas dan administrasi calon pahlawan nasional (CPN) atas nama A.M. Sangadji telah tuntas.
“Artinya, kita hanya tinggal menanti Keputusan Presiden yang dijadwalkan keluar awal November mendatang, sebelum peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025,” kata Kamil kepada Tajukmaluku.com. Selasa, (21/10/2025).
Kamil yang juga Anggota Majelis Pakar DPP Syarikat Islam menambahkan, dalam waktu dekat Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) akan menggelar rapat pembahasan final terhadap daftar nama calon pahlawan nasional tahun 2025. Hasil rapat tersebut akan diserahkan kepada Menteri Sosial untuk kemudian diajukan ke Presiden melalui Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan sebagai tahapan akhir. Ia optimistis tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi Maluku.
“Setelah keluarnya Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2025 tentang transformasi IAIN Ambon menjadi UIN A.M. Sangadji, serta sejumlah ruas jalan di berbagai daerah yang mengabadikan namanya, inilah saatnya negara memberi pengakuan resmi atas jasa besar Jago Toea,” ujarnya.
Kamil menyebut perjuangan panjang ini bukan sekadar urusan administratif, tetapi bagian dari ikhtiar kolektif rakyat Maluku untuk menempatkan A.M. Sangadji sejajar dengan rekan-rekan seperjuangannya seperti H.O.S. Tjokroaminoto dan H. Agus Salim.
“Insya Allah, katong terus langitkan doa dan bumikan ikhtiar. Sudah saatnya A.M. Sangadji berdiri di barisan para pahlawan bangsa,” tutupnya.*(01-F)
- Penulis: Admin





Saat ini belum ada komentar